KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendorong peningkatan kompetensi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi penyuluh pertanian. Penguasaan teknologi ini dinilai penting untuk mendukung pekerjaan penyuluh agar lebih efektif dan berbasis data.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfoss) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengatakan AI kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di era modern.
Hal tersebut menjadi salah satu penekanan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam Forum Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian Provinsi Sulawesi Barat yang digelar di Aula Poltekkes Kemenkes Mamuju, Selasa (14/07).
Ridwan menjelaskan, pemahaman mengenai AI dapat membuka peluang bagi penyuluh pertanian untuk memanfaatkan teknologi dalam mendukung pekerjaan mereka. Penggunaan AI juga dinilai dapat membantu mengubah metode kerja konvensional menjadi lebih cerdas dan terukur.
“Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Secara teknis, pengetahuan AI ini akan membuka cakrawala baru bagi penyuluh. Mereka diajarkan bagaimana kecerdasan buatan mampu melakukan analisis data pertanian yang rumit, membaca prediksi cuaca secara akurat, hingga mendeteksi jenis hama dan penyakit tanaman lewat teknologi AI,” terang Ridwan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut dapat menjadi bekal bagi penyuluh untuk memahami berbagai informasi pertanian, mulai dari analisis data hingga pengenalan potensi hama dan penyakit tanaman.
Ridwan menilai, penguatan literasi digital bagi penyuluh pertanian dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan AI sesuai kebutuhan sektor pertanian di Sulawesi Barat.