Langsung ke konten
News

Dinkes Takalar Temukan Boraks pada Sampel Tahu MBG di SDN 58 Lengkese

Dinkes Takalar menemukan sampel tahu mengandung boraks dalam menu MBG di SDN 58 Lengkese. Siswa tidak sempat mengonsumsi makanan tersebut.

Nofisari Diperbarui
Dilakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan program Makan Bergizi Gratis di SDN 58 Lengkese setelah ditemukan kandungan boraks pada sampel tahu yang disuplai SPPG Topejawa (Dok: Saleh Sibali KabarMakassar)
Dilakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan program Makan Bergizi Gratis di SDN 58 Lengkese setelah ditemukan kandungan boraks pada sampel tahu yang disuplai SPPG Topejawa (Dok: Saleh Sibali KabarMakassar)

KabarMakassar.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Takalar mengonfirmasi bahwa sampel makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, positif mengandung boraks.

​Temuan zat berbahaya tersebut didapati pada menu tahu berdasarkan hasil pengujian Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Takalar. Makanan tersebut sebelumnya disuplai oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Topejawa untuk distribusi hari Senin (21/09).

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr Nilal Fauziah, menjelaskan bahwa pemeriksaan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan pengambilan sampel dilakukan setelah menerima laporan dari pihak sekolah.

​"Kami lakukan pemeriksaan, hasilnya untuk kandungan formalin negatif, jadi cuma mengandung boraks pada sampel tahu," ujar dr Nilal, Kamis (24/09).

​Insiden ini bermula ketika empat guru di SDN 58 Lengkese menjalankan prosedur pemeriksaan internal sebelum membagikan makanan kepada para siswa. 

Usai mencicipi menu tersebut, para guru merasakan rasa makanan yang tidak biasa serta mengalami gejala gatal dan pembengkakan di area mulut.

​Atas temuan tersebut, pihak sekolah bergerak cepat menahan seluruh porsi makanan sehingga tidak ada siswa yang sempat mengonsumsinya.

​Mengenai gejala gatal dan bengkak yang dialami para guru, dr Nilal menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan reaksi alergi, tetapi pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan pemicunya.

​"Gejala tersebut diduga merupakan reaksi alergi, tetapi belum bisa disimpulkan apakah bersumber dari tahu atau bahan lain seperti ayam," tambahnya.

​Menanggapi hasil pengujian tersebut, Kepala SPPG Dapur Topejawa Alwi, menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinkes Takalar dan berkomitmen untuk memperketat pengawasan bahan pangan ke depan.

​"Kami yakin setiap penyaluran makanan selama ini aman, dan ini baru pertama kali terjadi hal yang tidak diinginkan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes Takalar. Ke depan kami akan berbenah dan lebih berhati-hati dalam memilih serta mengolah setiap menu," ungkapnya.

​Dinkes Takalar mengimbau pihak SPPG agar ke depannya lebih memperhatikan keamanan bahan baku dan menguji sampel ke laboratorium kesehatan sebelum diolah menjadi menu masakan.

 

Penulis: Saleh Sibali

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua