KabarMakassar.com - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Dinkes Sulsel) memperketat pemantauan terhadap peningkatan aktivitas influenza A di Indonesia. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala influenza, namun tidak perlu panik karena kondisi saat ini masih berada dalam rentang kewaspadaan.
Kepala Dinkes Sulsel Evi Mustikawati Arifin, mengatakan, pemantauan dilakukan melalui sistem surveilans untuk melihat perkembangan penyakit yang menyerupai influenza maupun infeksi saluran pernapasan berat. Langkah tersebut dilakukan dengan mengikuti kebijakan dan arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Kita mengikuti surveillance dan arahan Kementerian Kesehatan, termasuk pemantauan kasus influenza like illness dan kasus infeksi saluran pernapasan berat," kata Evi, Senin (05/10).
Evi menyebut peningkatan aktivitas influenza secara nasional telah menjadi perhatian Kemenkes. Namun, perkembangan tersebut belum menunjukkan kondisi di luar batas kewaspadaan sehingga masyarakat tetap diminta menjalankan langkah pencegahan tanpa berlebihan dalam meresponsnya.
Dinkes Sulsel juga meningkatkan kesiapan pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi. Penguatan dilakukan pada pemantauan kasus, deteksi lebih awal, hingga penanganan pasien berdasarkan tingkat keparahan penyakit.
"Kementerian Kesehatan juga mengarahkan agar daerah memperkuat surveillance, kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan, juga tentunya deteksi dini serta penanganan kasus sesuai tingkat keparahannya," katanya.
Peningkatan aktivitas influenza tersebut tercatat pada periode Agustus hingga September 2026. Menurut Evi, kondisi itu masih berkaitan dengan pola musiman influenza yang juga berlangsung di Indonesia dan beberapa negara ASEAN.
Ia menjelaskan influenza A merupakan salah satu jenis virus influenza yang dapat menimbulkan keluhan serupa flu biasa. Gejalanya dapat berupa demam, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemah.
"Jadi intinya masyarakat tidak perlu panik. Influenza A pada dasarnya merupakan salah satu jenis virus influenza yang gejalanya mirip dengan flu pada umumnya seperti demam, batuk, pilek dan juga nyeri-nyeri otot, sakit kepala dan badan terasa lemas," jelasnya.
Influenza A memiliki beberapa subtipe, termasuk H1N1 dan H3N2. Meski umumnya menimbulkan gejala yang menyerupai flu, infeksi pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi penyakit dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, fasilitas pelayanan kesehatan di Sulsel, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, tetap disiapkan menangani pasien. Kesiapan mencakup proses deteksi, pemeriksaan, pemantauan perkembangan kondisi, hingga pemberian penanganan sesuai kebutuhan klinis.
Pasien dengan keluhan ringan umumnya dapat menjalani perawatan dengan istirahat dan terapi suportif. Sementara itu, pasien dengan gejala berat atau mereka yang masuk kelompok berisiko membutuhkan evaluasi dan penanganan medis lebih lanjut.
Dinkes Sulsel mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi tubuh ketika mengalami gejala influenza. Pemantauan diperlukan agar masyarakat dapat memperoleh penanganan apabila keluhan berkembang menjadi lebih berat.
"Prinsip kita adalah waspada dan tidak panik," pungkas Evi.
Penulis: Syamsi Nur Fadhila