Langsung ke konten
News

Dinkes Sulsel Catat 70 Ribu Kasus ISPA, Kunjungan Pasien RS Meningkat

Dinkes Sulsel mencatat 70.329 kasus ISPA hingga September 2026. RS Labuang Baji Makassar juga mengalami peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan.

Nofisari Diperbarui
RS Labuang Baji Makassar mencatat peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan (Dok: Ist)
RS Labuang Baji Makassar mencatat peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan (Dok: Ist)

KabarMakassar.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 70.329 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi di wilayahnya hingga September 2026. 

Angka tersebut dihimpun melalui aplikasi pencatatan nasional di tengah paparan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan. 

​Berdasarkan pemantauan udara, kondisi atmosfer di beberapa titik terlihat keruh. Kendati demikian, aktivitas masyarakat di jalan raya tetap berlangsung, di mana sejumlah pengendara sepeda motor mulai mengantisipasinya dengan memakai masker.

​Pihak Dinkes Sulsel menyampaikan bahwa tren kasus ISPA mengalami sedikit peningkatan pada bulan September. Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan kasus kematian maupun peningkatan keparahan yang signifikan.

Guna mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menerbitkan Surat Edaran yang memuat langkah-langkah pencegahan.

​Selain itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan telah disiagakan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan penanganan medis.

​Salah satu rumah sakit rujukan, RS Labuang Baji di Jalan Ratulangi, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, mulai mencatatkan peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan, baik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun Poliklinik Rawat Jalan.

​Dokter Spesialis Paru RS Labuang Baji Makassar, dr Muhammad Fajar, mengingatkan bahwa kelompok rentan perlu ekstra waspada terhadap paparan asap. Kelompok rentan tersebut meliputi bayi, balita, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit paru.

​Menanggapi kondisi ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulsel, Muhammad Yusri Yunus, mengimbau masyarakat khususnya kelompok rentan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.
​Masyarakat diminta untuk mengurangi paparan asap berlebih di luar ruangan, ​selalu menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan yang memburuk.

 

Penulis: Sholeh Sibali

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua