KabarMakassar.com — Musyawarah Daerah (Musda) XV DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026 dipastikan tidak menghadirkan duel kandidat seperti yang sebelumnya mencuat dalam bursa Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) REI Sulsel periode 2026–2029.
Hingga penutupan pendaftaran calon ketua dan voters pada Rabu (30/09) pukul 16.00 WITA, hanya Badris Salam yang mengembalikan formulir pendaftaran beserta kelengkapan administrasinya kepada panitia Musda REI Sulsel.
Sementara kandidat lain yang sebelumnya disebut-sebut calon kuat penantang, Rezza Pratama Said, memilih menghentikan langkahnya sebelum tahapan kontestasi berlangsung.
Keputusan tersebut disampaikan Rezza melalui surat pernyataan sikap yang dibagikan ke grup WhatsApp REI Sulsel, yang beranggotakan para pengembang sekaligus voters Musda.
Dalam pernyataannya, Rezza menyebut keputusan mundur diambil setelah mendapat masukan dari tiga Ketua Kehormatan DPD REI Sulsel, yakni Andi Idris Manggabarani, M. Arief Mone, dan Raymond Ardan Arfandy.
“Setelah mendengar masukan itu dan menimbangnya dengan sungguh-sungguh, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kontestasi sebagai calon Ketua DPD REI Sulsel periode 2026–2029,” kata Rezza dalam pernyataannya, Rabu (30/09) malam melalui pesan WhatsApp.
Rezza menjelaskan, para senior tersebut mengingatkan pentingnya menjaga suasana organisasi tetap kondusif serta menghindari dinamika yang berpotensi mengganggu persatuan anggota REI Sulsel.
Ia menegaskan, keputusan mundur bukan berarti menghentikan komitmennya terhadap organisasi.
“Bagi saya, REI bukan sekadar tempat berkompetisi untuk mendapatkan posisi. REI adalah rumah bersama,” ujar suami anggota DPRD Kota Makassar Andi Tenri Uji itu.
Menurut Rezza, kontestasi kepemimpinan hanya berlangsung sementara, sedangkan organisasi harus tetap berjalan menghadapi tantangan industri properti yang semakin kompleks.
Karena itu, ia memilih menempatkan persatuan organisasi di atas kepentingan kontestasi.
“Saya tidak ingin sebuah kontestasi membuat kita kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu persaudaraan dan kebersamaan kita di REI Sulsel,” katanya.
Rezza juga meminta para pendukungnya menerima keputusan tersebut dan tidak menjadikan pengunduran dirinya sebagai alasan untuk memicu perpecahan di internal organisasi REI, ia ingin bawah suasana Musda tetap berjalan kondusif.
“Jangan jadikan keputusan ini alasan untuk terpecah. Justru sekarang waktunya kita menunjukkan bahwa kita bisa menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan kita masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap REI Sulsel ke depan tetap mampu memperkuat industri properti dan menjadi mitra strategis pemerintah.
Rezza juga menyampaikan penghormatan kepada H. Badris Salam yang menjadi satu-satunya kandidat yang mengembalikan formulir pendaftaran hingga batas waktu yang ditetapkan panitia.
“Saya berharap beliau, yang nantinya mendapat amanah, dapat membawa REI Sulsel menjadi organisasi yang semakin kuat dan mampu merangkul seluruh elemen,” kata Rezza.
Dengan hanya satu kandidat yang mengembalikan formulir hingga penutupan, proses menuju kepemimpinan DPD REI Sulsel periode 2026–2029 kini mengarah kepada H. Badris Salam.
Namun, penetapan ketua terpilih tetap mengikuti mekanisme dan tahapan Musda XV DPD REI Sulsel.
Penulis: Nursinta