kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dana Filantropi Diluncurkan, Perkuat Ketahanan Komunitas Kakao Lokal

Dana Filantropi Diluncurkan, Perkuat Ketahanan Komunitas Kakao Lokal
Pengembangan Kelompok Simpan Pinjam Desa (VSLA) serta memperkuat program ketahanan komunitas di daerah penghasil kakao (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Pemimpin global dalam makanan ringan, perawatan hewan dan makanan, Mars, Incorporated, mengumumkan peluncuran Mars Impact Fund.

Peluncuran pada 26 Februari tersebut menjadi kendaraan filantropi tingkat perusahaan yang dirancang untuk mempercepat dampak yang berarti dan berkelanjutan di komunitas tempat Mars beroperasi.

Dana ini telah memilih Save the Children sebagai salah satu penerima pendanaan awal dan menyetujui pendanaan selama tiga tahun senilai 3 juta dolar AS untuk membantu pengembangan Kelompok Simpan Pinjam Desa (VSLA) serta memperkuat program ketahanan komunitas di daerah penghasil kakao di Indonesia.

Direktur Eksekutif Mars Impact Fund, Michelle Grogg, menyampaikan, bahwa dalam menciptakan dampak dimulai dengan mendengarkan komunitas dan bekerja dengan mitra yang memahami kebutuhan lokal.

“Kami senang bekerja sama dengan Save the Children untuk memajukan inklusi keuangan, diversifikasi pendapatan, dan praktik ramah iklim, semua hal penting untuk meningkatkan mata pencaharian dan memperkuat ketahanan,” ujarnya, berdasarkan keterangan yang diterima, Jumat (27/02).

Inisiatif ini akan melengkapi proyek Mars Village Cluster yang dipimpin oleh bisnis Kakao Mars, yang saat ini berfokus pada peningkatan produktivitas dan agroforestri.

Pendanaan ini akan membantu memperluas VSLA, yang diharapkan menjadi penggerak utama perubahan di komunitas lokal.

Inisiatif ini juga akan membangun kapasitas organisasi masyarakat sipil lokal dan para penggerak komunitas, memungkinkan mereka untuk memimpin dan mereplikasi pendekatan ini secara mandiri, memastikan keberlanjutan dan perluasan di luar masa proyek.

Presiden Direktur PT Mars Symbioscience Indonesia, Marlyn Sumbung, mengatakan program kemitraan dengan Save the Children merupakan wujud nyata komitmen Mars di Indonesia dalam mendukung pemberdayaan komunitas dan ketahanan sosial di daerah-daerah penghasil kakao.

“Melalui pengembangan Kelompok Simpan Pinjam Desa (VSLA) dan inisiatif ketahanan komunitas lainnya, kami percaya bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan dan praktik pertanian yang ramah iklim akan membuka peluang baru bagi petani dan keluarga mereka,” paparnya.

Mars di Indonesia berkomitmen untuk terus menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan komunitas, dan mendukung kesejahteraan generasi masa depan di Indonesia.

Melalui pendanaan ini, Mars Impact Fund akan mendukung, pemberdayaan ekonomi, ketahanan sosial, kesejahteraan anak, dan adaptasi iklim.

Di Indonesia, Mars dan Save the Children telah menjangkau lebih dari 50.000 peserta di 92 desa Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui tiga program yang memperkuat ketahanan komunitas dan peluang ekonomi.

Melalui GrowHer Kakao, 70 persen pasangan peserta menerapkan praktik rumah tangga kolaboratif, 40 desa memasukkan prioritas perempuan dalam perencanaan dan anggaran lokal yakni Rp800 juta hingga Rp997 juta
pada 2023-2024, serta 158 rumah tangga melaporkan peningkatan pendapatan dari usaha alternatif yang dipimpin perempuan.

Program Reaching Farmers in Cocoa Supply Chain mendorong pembentukan 40 kelompok perlindungan anak yang
direplikasi di 71 desa lain, sementara peraturan dan surat edaran tentang pencegahan tenaga kerja anak serta alokasi dana desa lebih dari Rp339 juta untuk perlindungan anak menunjukkan komitmen institusional yang berkelanjutan.

CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, mengungkapkan kolaborasi jangka panjang antara Save the Children dan Mars mencerminkan dedikasi bersama untuk meningkatkan kesejahteraan anak, memperluas peluang bagi perempuan dan anak perempuan, serta memperkuat rantai pasok yang tangguh.

“Selama lebih dari satu dekade, kami telah menerjemahkan komitmen global menjadi aksi nyata di tingkat komunitas. Di Indonesia, kami telah menghadirkan solusi yang dipimpin secara lokal untuk memberdayakan perempuan, melibatkan pemuda, dan memperkuat sistem perlindungan anak di komunitas petani kakao, membantu mereka mengatasi tantangan sosial ekonomi,” tuturnya.

Sinergi yang dilakukan dengan Mars, mampu menciptakan jalur menuju ketahanan ekonomi, partisipasi bermakna dalam pembangunan komunitas, dan hasil yang lebih baik untuk anak.