KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mendorong perusahaan memperbesar kontribusi melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR/TJSL) untuk mendukung pembangunan daerah.
Perusahaan diharapkan tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi menghadirkan program yang tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Dorongan tersebut mengemuka dalam pembukaan CSR Expo Makassar 2026 di Atrium Mal Panakkukang, pada Jumat (06/11).
Kegiatan yang berlangsung hingga 8 November ini menjadi ruang pertemuan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi pembangunan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Makassar, Zainal Ibrahim, mengatakan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan sektor swasta karena kemampuan anggaran pemerintah memiliki keterbatasan. Melalui CSR, perusahaan dapat mengambil bagian dalam penanganan berbagai persoalan perkotaan.
“Pembangunan Kota Makassar bukan hanya prioritas pemerintah kota. Pembangunan membutuhkan keterlibatan para pelaku usaha dan masyarakat. Dalam konteks inilah keberadaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan memiliki peran yang sangat strategis,” ujar Zainal.
Ia menegaskan, CSR harus diarahkan untuk membantu menyelesaikan persoalan persampahan, lingkungan hidup, stunting, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik.
“CSR bukan sekadar kewajiban perusahaan melalui pemberian bantuan, tetapi merupakan wujud tanggung jawab dan komitmen dunia usaha untuk turut mengambil bagian dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Mantan Kadishub kota Makassar itu juga meminta agar program perusahaan diselaraskan dengan prioritas pembangunan pemerintah kota. Kontribusi dunia usaha diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan, serta memberi perhatian kepada kelompok pemuda dan penyandang disabilitas.
“Saya berharap program CSR ini dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan angka pengangguran, serta dilaksanakan secara terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Makassar meningkat dari 6,6 persen pada triwulan pertama menjadi 7,04 persen pada triwulan kedua 2026. Sementara nilai investasi yang masuk ke Makassar disebut telah mencapai lebih dari Rp5 triliun. Namun, angka pengangguran terbuka masih berada di 9,80 persen.
Menurut Zainal, perkembangan ekonomi dan investasi tersebut perlu diikuti dengan kontribusi nyata perusahaan dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi perusahaan yang telah berpartisipasi, termasuk dukungan CSR untuk program BPJS Ketenagakerjaan.
“Dengan keterbatasan pemerintah dalam hal penganggaran, kontribusi dan kepedulian perusahaan melalui program CSR tentu sangat membantu kelancaran program pemerintah yang diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Makassar, Ansaruddin, menjelaskan CSR Expo 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-419 Kota Makassar.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan program dan hasil pelaksanaan CSR perusahaan yang telah berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Ekspo CSR Kota Makassar Tahun 2026 dilaksanakan untuk mempertemukan pemerintah, perusahaan dunia usaha, serta masyarakat dalam memperkenalkan berbagai program dan hasil pelaksanaan CSR yang telah memberikan manfaat bagi pembangunan Kota Makassar,” jelas Ansaruddin.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha, mendorong program CSR yang terarah dan berkelanjutan, serta menjadi sarana komunikasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, CSR Expo menghadirkan pameran program perusahaan, workshop, diskusi, serta kegiatan interaktif bagi masyarakat. Pengunjung juga dapat mengenal aplikasi Lontara yang menyediakan akses informasi dan layanan pengaduan pemerintah kota, serta memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan.
Ansaruddin berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang pameran, melainkan menjadi momentum untuk memastikan kontribusi perusahaan semakin terencana, terukur, transparan, dan berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi menjadi momentum untuk mendorong pelaksanaan CSR yang lebih terencana, terukur, transparan, dan berkelanjutan,” tukasnya.
Penulis: Nursinta