kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Cegah Stunting, DP2KB Jeneponto Gelar Aksi Dashat

Cegah Stunting, DP2KB Jeneponto Gelar Aksi Dashat
Kelompok warga Calon Pengantin (Catin), Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Baduta (Bayi di bawah dua tahun) yang disasar DP2kB Jeneponto. (ist).
banner 468x60

KabarMakassar.com — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) menggelar kegiatan “Dashat” (Dapur Sehat Atasi Stunting) di Kampung Lae Lae, Tamanroya Timur, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman seluruh masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dalam mencegah stunting, khususnya bagi kelompok yang rentan.

Pemprov Sulsel

DP2KB Jeneponto menyasar kelompok warga dengan sasaran utama terhadap Calon Pengantin (Catin), Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Baduta (Bayi di bawah dua tahun).

Dalam acara ini, kader dan ahli gizi di lokasi itu memberikan demo masak tentang pemenuhan gizi yang tepat bagi mereka yang berisiko mengalami stunting.

Demo masak ini menampilkan tatacara memasak makanan sehat dan bergizi dan mudah diikuti oleh masyarakat dengan bahan baku makanan lokal yang berada di daerah tersebut yang sudah disiapkan panitia.

Adapaun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) ini terdiri dari Baduta 20 orang, Ibu Hamil 3 orang dan Catin: 2 orang.

Sekretaris DP2KB Jeneponto, Hj.Isnawati Paneng yang hadir dalam acara itu langsung memberikan arahan serta motivasi kepada para peserta.

Dalam sambutannya, Hj. Isnawati menekankan pentingnya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah dalam menanggulangi masalah stunting yang masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah.

“Kami hanya berharap kepada warga agar kiranya bekerjasama dengan Pemerintah untuk menekan angka stunting di Kabupaten Jeneponto,” harapnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Lurah Tamanroya serta masyarakat Kampung Lae-Lae yang sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kehadiran Lurah Tamanroya ini pun menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah setempat terhadap upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

Dengan kegiatan seperti “Dashat” ini, DP2KB Kabupaten Jeneponto berharap dapat menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi kelompok yang paling rentan.

Melalui edukasi dan pemberdayaan, diharapkan setiap keluarga dapat memahami pentingnya asupan gizi yang seimbang untuk pertumbuhan anak yang optimal.

Semoga dengan kegiatan ini dapat memberi manfaat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi dalam pencegahan stunting,” jelas Isnawati.

Menurut Isnawati, gerakan Dashat” (Dapur Sehat Atasi Stunting) ini juga merupakan instruksi yang disampaikan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kabupaten Jeneponto H. Muh. Arifin Nur saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) TPPS Tingkat Kabupaten Jeneponto di Ruang Rapat Bupati pada Rabu (5/6/2024) lalu.

Dalam rapat tersebut, Ketua TPPS Muh. Arifin Nur membahas persiapan pelaksanaan kegiatan intervensi serentak dalam upaya pencegahan stunting.

Ia mengungkapkan salah satu dasar hukum yang menjadi acuan TPPS Kabupaten, Kecamatan dan Desa terdapat pada Perpres No.72 Tahun 2021.

Dengan begitu, melalui kegiatan pengukuran dan intervensi serentak ini dapat mengoptimalisasi manajemen penanganan stunting secara tingkat nasional.

Namun kata dia, manajemen tersebut harus juga didukung dengan tersedianya data stunting yang akurat dan kredibel sehingga intervensi program penanganan stunting semakin terarah dan tepat sasaran.

“Jadi tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah agar gerakan pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting di posyandu dengan sasaran ibu hamil, catin dan balita dapat terlaksana secara maksimal,” jelas Arifin Nur.

Selain dari pada itu, Sekda Jeneponto ini juga berharap agar seluruh sasaran dapat terlayani melalui gerakan aksi bersama secara serentak.

“Pencegahan stunting melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, verifikasi dan intervensi bagi seluruh ibu hamil, balita dan catin,”
harapnya.

Arifin Nur juga berharap semoga segala bentuk pencegahan dan penanganan stunting ini dapat tepat sasaran. Oleh karena itu, maka diperlukan adanya kolaborasi dan sinergitas positif untuk menghasilkan satu data (database) yang sama di setiap Perangkat Daerah.

“Tentunya harus Memiliki design atau konsep yang sesuai sehingga program kerja di seluruh Perangkat Daerah ini dapat berjalan dengan efisien untuk pengendalian penanganan Stunting di Kabupaten Jeneponto,” pungkasnya.

PDAM Makassar