KabarMakassar.com - Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, memaparkan capaian penyelenggaraan pemerintahan sekaligus sejumlah isu dan permasalahan strategis daerah dalam kegiatan Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah Antar Kepala Daerah dan Kementerian Dalam Negeri (REBOAN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Rabu (28/10).
Dalam paparannya, Bupati menyampaikan gambaran kondisi Kabupaten Toraja Utara, mulai dari sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, lingkungan hidup, hingga pariwisata dan kebudayaan.
Berbagai capaian yang telah diraih menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, sementara sejumlah tantangan masih memerlukan perhatian dan dukungan bersama.
Pada sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, tingkat kemiskinan Kabupaten Toraja Utara pada 2025 tercatat sebesar 10,05 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 2,44 persen menjadi 2,01 persen.
Meski menunjukkan perkembangan positif, keterbatasan lapangan kerja layak serta rendahnya kemandirian fiskal masih menjadi tantangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di bidang infrastruktur dan konektivitas, pemerintah daerah telah melaksanakan pekerjaan dan perbaikan jalan, pembangunan Jembatan Salu Ka’da dan Jembatan Malakiri, serta pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi pada sembilan daerah irigasi dengan total luas 730,48 hektare.
Namun, kemantapan jalan yang tercatat sebesar 52,18 persen dan kondisi geografis wilayah pegunungan masih menjadi tantangan dalam pemerataan akses serta konektivitas antara pusat produksi dan pusat ekonomi masyarakat.
Dalam bidang kesehatan, penanganan stunting menjadi salah satu perhatian penting pemerintah daerah. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang tercantum dalam paparan, prevalensi stunting Kabupaten Toraja Utara pada 2024 berada pada angka 27,6 persen, turun dari 34,1 persen pada 2022. Selain itu, peningkatan kualitas fasilitas kesehatan, pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di RSUD, serta optimalisasi penemuan kasus tuberkulosis (TBC) masih menjadi pekerjaan yang perlu ditangani secara berkelanjutan.
Pada sektor pangan dan lingkungan hidup, Kabupaten Toraja Utara berhasil lolos seleksi nasional sebagai salah satu penerima program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dengan nilai Rp102 miliar.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan daerah melalui pengembangan sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan. Di sisi lain, persoalan sanitasi aman yang baru mencapai sekitar 3 persen, tingginya timbulan sampah, penurunan kualitas lahan, serta ketergantungan pasokan pangan dari daerah lain masih menjadi tantangan pembangunan.
Sementara itu, pengembangan pariwisata dan kebudayaan terus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi lokal. Kunjungan wisatawan tercatat meningkat dari 333.157 orang pada 2024 menjadi 337.839 orang pada 2025, dengan 301 destinasi wisata yang tercatat di Toraja Utara. Berbagai kegiatan, seperti Toraja Highland Festival, Toraja Coffee Festival, dan Toraya Ma’gellu, turut mendukung promosi pariwisata dan pelestarian budaya.
Meski demikian, pengelolaan destinasi, pemeliharaan objek wisata, serta optimalisasi promosi digital masih perlu diperkuat agar potensi tersebut memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan asli daerah.
Melalui pemaparan tersebut, berbagai persoalan strategis yang dihadapi Kabupaten Toraja Utara menjadi bahan penting dalam melihat kebutuhan pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Penguatan kapasitas fiskal daerah, pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan lingkungan hidup, serta pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata memerlukan penanganan yang terarah dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara terus berupaya mengoptimalkan program pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah. Melalui koordinasi dan sinergi dengan pemerintah pusat serta pemangku kepentingan terkait, diharapkan berbagai tantangan yang ada dapat ditangani secara bertahap guna mewujudkan Toraja Utara yang lebih maju, makmur, dan menyenangkan.
Penulis: Jerni Bening