Langsung ke konten
News

BRAGA Band Curi Perhatian di Toraja Highland Festival 2026, Tampilkan 10 Lagu

BRAGA Band tampil membawakan 10 lagu di penutupan Toraja Highland Festival 2026. Band anak-anak Toraja ini juga memperkenalkan budaya lokal.

ardiyanti Diperbarui
Para Personil BRAGA Band yang tampil dalam Toraja Highland Festival tahun 2026 di Objek Wisata Buntu Pune, Sabtu(7/112026) Dok.Jerni
Para Personil BRAGA Band yang tampil dalam Toraja Highland Festival tahun 2026 di Objek Wisata Buntu Pune, Sabtu(7/112026) Dok.Jerni

KabarMakassar.com -- BRAGA Band, kelompok musik yang beranggotakan anak-anak asal Toraja, turut memeriahkan penutupan Toraja Highland Festival (THF) 2026 di Objek Wisata Buntu Pune, Kecamatan Kesu', Kabupaten Toraja Utara, Sabtu (7/11/2026).

Tampil dengan penuh semangat, BRAGA Band membawakan sejumlah lagu populer hingga lagu daerah. Penampilan mereka menjadi salah satu ruang bagi generasi muda Toraja untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan budaya daerah melalui seni musik.

BRAGA merupakan singkatan dari nama enam personelnya, yakni Bryan, Raisa, Adis, Gandi, Gayang, dan Artsel. Kelompok musik ini berawal dari pembinaan band di SD Kristen Rantepao 5.

Setelah beberapa personel menyelesaikan pendidikan sekolah dasar dan melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP), para orang tua berinisiatif mempertahankan kebersamaan anak-anak tersebut dalam sebuah kelompok musik.

Manajer BRAGA Band, Ayu Papalangi, mengatakan kesepakatan para orang tua menjadi awal terbentuknya kelompok musik tersebut.

"Kesepakatan itu kemudian melahirkan BRAGA Band pada 31 Oktober 2025", kata Ayu.

Meski baru terbentuk sekitar satu tahun, BRAGA Band telah memiliki pengalaman tampil dalam berbagai kegiatan. Sejak berdiri, kelompok musik ini tercatat telah sekitar 40 kali mengisi acara, mulai dari kegiatan gereja, sekolah, kampus, hingga agenda pemerintah daerah.

Keikutsertaan dalam Toraja Highland Festival 2026 juga menjadi penampilan kedua BRAGA Band dalam festival tersebut.

Pada penutupan THF tahun ini, BRAGA Band membawakan 10 lagu dengan berbagai genre, yakni Beraksi, Massikkola yang merupakan lagu daerah, Still Into You, Ceria, Separuh Nafas, Terlalu Cinta, Antara Ada dan Tiada, One Direction, Cinderella, dan Kangen.

Ayu menjelaskan, pemilihan lagu dilakukan dengan mempertimbangkan selera penonton dari berbagai kalangan usia agar penampilan anak-anak tersebut dapat dinikmati bersama.

"Lagu tersebut dipilih karena, lagu tersebut di gemari oleh semua kalangan baik Anak anak, Remaja, Pemuda dan Orang tua sangat suka dengan lagu ini", terang Ayu.

Menurutnya, keikutsertaan BRAGA Band dalam Toraja Highland Festival bukan sekadar kesempatan untuk menghibur pengunjung, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi para personel dalam mengembangkan kemampuan bermusik dan keberanian tampil di hadapan publik.

Selain itu, BRAGA Band ingin menginspirasi anak-anak seusianya agar tidak ragu mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.

“Motivasi kami adalah memberikan semangat kepada anak-anak sebaya agar berani menunjukkan bakat yang dimiliki. Kami juga ingin ikut memeriahkan THF sebagai anak-anak Toraja yang turut melestarikan dan memperkenalkan budaya Toraja melalui seni musik,” tutur Ayu.

Melalui berbagai kesempatan tampil, para personel diharapkan semakin terbiasa menghadapi penonton, mengasah keterampilan bermusik, serta membangun kerja sama dalam sebuah kelompok.

Tidak hanya melalui musik, BRAGA Band juga menghadirkan unsur budaya Toraja lewat konsep busana yang dikenakan saat tampil.

Busana para personel dijahit khusus oleh Gallang Collection dengan mengusung perpaduan warna cerah, yakni putih, merah, dan hijau.

Kombinasi warna tersebut terinspirasi dari warna tradisional dalam tradisi Merok, yang dimaknai sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Konsep busana tersebut menjadi salah satu cara BRAGA Band menghadirkan identitas budaya Toraja dalam pertunjukan musik modern.

Melalui penampilan di Toraja Highland Festival 2026, BRAGA Band berharap dapat terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan bermusik, sekaligus menjadi bagian dari generasi muda yang aktif memperkenalkan serta melestarikan kekayaan budaya Toraja kepada masyarakat luas.

 

Penulis: Jerni Bening

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua