KabarMakassar.com — Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengajak para dai dan daiyah di Sulawesi Selatan untuk bersama-sama memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan aktif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal tersebut disampaikan Akmal dalam kegiatan Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah JKN (Tasbih JKN) kepada dai dan daiyah wilayah Sulawesi Selatan di Hyatt Place Makassar, Rabu (23/09).
Akmal mengatakan, kegiatan Tasbih JKN merupakan bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada para insan dakwah mengenai Program JKN sekaligus membangun sinergi dengan BPJS Kesehatan.
Menurutnya, prinsip utama dalam penyelenggaraan JKN adalah gotong royong. Konsep tersebut tercermin dari keterlibatan pemerintah, pemerintah daerah, badan usaha, pekerja, dan peserta mandiri dalam pembiayaan program.
“Program JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan itu prinsipnya adalah gotong royong. Jadi harus sama-sama,” ujar Akmal.
Ia menjelaskan, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Akmal menyebut terdapat sekitar 96,8 juta masyarakat yang masuk dalam kelompok penerima bantuan iuran yang pembiayaannya ditanggung negara melalui program tersebut.
Selain PBI, terdapat peserta yang iurannya dibayarkan pemerintah daerah, peserta pekerja yang membayar melalui mekanisme iuran bulanan, serta peserta mandiri.
Akmal juga menjelaskan besarnya manfaat JKN ketika peserta memastikan kepesertaannya tetap aktif. Ia mencontohkan, biaya pelayanan penyakit berat seperti gagal ginjal dapat mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah dalam satu kali pelayanan.
“Bapak ibu sekalian, sakit itu tidak ada jadwalnya. Kita tidak bisa mengatur kapan kita akan sakit,” katanya.
Karena itu, ia menilai edukasi kepada masyarakat sangat penting agar peserta memahami manfaat JKN dan memastikan status kepesertaannya tetap aktif.
Akmal mengatakan, BPJS Kesehatan tidak dapat bekerja sendiri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena itu, pihaknya menggandeng MUI sebagai mitra strategis.
“Kami meminta dukungan agar bapak ibu mempersamai BPJS Kesehatan. Karena BPJS Kesehatan ini tidak bisa berdiri sendiri,” ujarnya.
Ia berharap para dai dan daiyah dapat turut menyampaikan informasi mengenai JKN melalui kegiatan dakwah di tengah masyarakat, termasuk dalam berbagai forum keagamaan.
Akmal mencontohkan, dalam satu tahun terdapat sekitar 52 kali pelaksanaan salat Jumat. Menurutnya, forum keagamaan tersebut dapat menjadi ruang untuk menyampaikan edukasi mengenai pentingnya jaminan kesehatan.
Melalui Tasbih JKN, BPJS Kesehatan berharap sinergi bersama MUI dan insan dakwah dapat semakin memperluas pemahaman masyarakat tentang Program JKN.