KabarMakassar.com -- Tim 3 Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat bersama Damkar Mamuju melakukan pemadaman Karhutlah yang terjadi di Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Rabu (07/10), malam.
Laporan tersebut diterima oleh Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mamuju.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Damkar Kabupaten Mamuju menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran bersama lima personel untuk melakukan upaya pemadaman. Sementara itu, BPBD Provinsi Sulawesi Barat menurunkan satu unit mobil tangki air beserta empat personel guna mendukung pasokan air dalam proses pemadaman di lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah menyampaikan bahwa penanganan Karhutla tersebut merupakan bagian dari upaya BPBD Sulbar dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap kejadian kebakaran lahan di wilayah Sulawesi Barat.
“BPBD Provinsi Sulawesi Barat bersama BPBD Kabupaten Mamuju, Damkar, aparat setempat dan masyarakat terus melakukan koordinasi, pemantauan serta upaya pemadaman di lokasi. Penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi medan dan ketersediaan sumber air,” ujar Yasir Fattah.
Kejadian pada 7 Oktober 2026 tersebut diketahui berada di titik lokasi yang sama dengan kejadian kebakaran lahan pada 4 Oktober 2026 sekitar pukul 11.10 WITA. Berdasarkan hasil pemantauan dan informasi masyarakat, lahan yang terdampak atau terbakar diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare.
Dalam proses penanganan, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Beberapa titik api berada di kawasan perbukitan yang cukup jauh dan tidak dapat dijangkau secara maksimal oleh selang pemadam. Selain itu, sumber air berada cukup jauh dari lokasi kejadian dan kondisi jaringan komunikasi di wilayah tersebut kurang lancar.
Karena kondisi medan yang sulit dijangkau, api belum sepenuhnya dapat dipadamkan. Tim gabungan terus melakukan pemantauan terhadap titik api dan melanjutkan upaya pemadaman sesuai kondisi di lapangan.
BPBD Provinsi Sulawesi Barat juga melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Mamuju serta aparat setempat untuk memperoleh informasi mengenai kronologi, kondisi terkini dan penyebab kebakaran. Hingga laporan ini disusun, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses penelusuran.
Yasir Fattah menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, khususnya dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan penanganan kejadian Karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
“Prioritas kita adalah memastikan api dapat dikendalikan, mencegah meluasnya area terdampak, serta memastikan koordinasi antara pemerintah daerah, petugas pemadam, aparat dan masyarakat tetap berjalan,” tutup Yasir Fattah.
Penulis: Muh Rizaldy Andi Djemmang