Langsung ke konten
News

BPBD Sulbar, Damkar dan Manggala Agni Matangkan Operasi Karhutla di Tommo

BPBD Sulbar bersama Damkar dan Manggala Agni mematangkan operasi penanganan karhutla di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju.

Nofisari Diperbarui
Rapat penanganan Karhutla di Kecamatan Tommo (Dok: Ist)
Rapat penanganan Karhutla di Kecamatan Tommo (Dok: Ist)

KabarMakassar.com -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat pemantapan operasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju.

Rapat berlangsung di Kantor Desa Buana Sakti, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Kamis (08/10) malam, dan dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Yasir Fattah.

Rapat yang berlangsung sekitar pukul 21.46 WITA tersebut menjadi bagian dari langkah percepatan penanganan Karhutla di wilayah Kecamatan Tommo sekaligus memastikan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi di lapangan.

Rapat dihadiri oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Mamuju, unsur Damkar Kabupaten Mamuju, Manggala Agni, BPBPK Provinsi Sulawesi Barat, Sekretaris Desa Buana Sakti serta aparat setempat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana agar penanganan Karhutla dilakukan secara cepat, terpadu dan terkoordinasi, dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Dalam rapat tersebut, Muhammad Yasir Fattah menekankan pentingnya pemantapan strategi operasi dan pembagian tugas masing-masing unsur sebelum pelaksanaan kegiatan di lapangan.

“Kita harus memastikan seluruh unsur memahami tugas dan perannya masing-masing. Koordinasi di lapangan harus berjalan satu komando dan setiap perkembangan harus segera dilaporkan agar respons dapat dilakukan secara cepat,” tegas Yasir Fattah.

Pembahasan juga diarahkan pada kesiapan personel, sarana dan prasarana, sumber air, akses menuju lokasi, dukungan kendaraan serta kebutuhan operasional lainnya yang diperlukan dalam proses pemadaman dan pengendalian Karhutla.

Keterlibatan BPBD Provinsi Sulawesi Barat juga menjadi bagian dari penguatan dukungan teknis dan sarana dalam pelaksanaan operasi. Sementara itu, Manggala Agni bersama Damkar dan unsur penanganan lainnya akan mendukung kegiatan pengendalian, pemadaman serta pendinginan sesuai kondisi di lapangan.

Pemerintah Desa Buana Sakti bersama aparat setempat turut dilibatkan untuk memberikan informasi mengenai kondisi wilayah, akses menuju lokasi kejadian serta membantu koordinasi dengan masyarakat setempat.

Yasir Fattah menegaskan bahwa keselamatan personel dan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi. Selain pemadaman, tim juga akan melakukan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api setelah proses pendinginan.

“Penanganan Karhutla tidak hanya berhenti pada pemadaman. Kita harus memastikan kondisi benar-benar aman melalui pendinginan dan pemantauan pascapemadaman. Karena itu, sinergi seluruh unsur sangat diperlukan,” tutup Yasir Fattah.

 

Penulis: Muh Rizaldy Andi Djemmang

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua