KabarMakassar.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengaktivasi 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi dan 116 kabupaten/kota wilayah Timur Indonesia, Jumat (02/10).
Aktivasi tersebut menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi untuk memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sulawesi Selatan menjadi salah satu lokasi utama aktivasi tersebut dengan peresmian SPPG di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar. Kepala BGN Sudaryono hadir dalam kegiatan tersebut bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Sebanyak 480 SPPG yang diaktivasi terdiri atas 211 SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG terpencil. Aktivasi mencakup 16 provinsi, yakni Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan aktivasi diprioritaskan bagi SPPG yang telah memenuhi persyaratan dan dinilai siap beroperasi. Sebelumnya, BGN menyatakan aktivasi dilakukan untuk memperluas layanan MBG ke wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, terutama daerah 3T dan kawasan dengan prevalensi stunting tinggi.
Meski telah diaktivasi, SPPG tersebut belum seluruhnya langsung beroperasi penuh melayani penerima manfaat. BGN menyiapkan sejumlah tahapan lanjutan, termasuk pelatihan penjamah makanan serta penetapan jumlah penerima manfaat secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing dapur.
BGN memproyeksikan dapur yang telah diaktivasi mulai beroperasi sekitar tiga hingga empat pekan setelah aktivasi. Waktu tersebut tetap bergantung pada kesiapan masing-masing SPPG dan terpenuhinya seluruh tahapan sebelum pelayanan MBG dimulai.
Di Sulawesi Selatan, aktivasi SPPG dipusatkan di Desa Timbuseng, Kabupaten Takalar, untuk melayani wilayah 3T serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Sudaryono dalam peresmian SPPG tersebut.
Hadir pula Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua DPRD Provinsi Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.
Andi Sudirman mengapresiasi keputusan BGN menjadikan Sulsel sebagai lokasi utama aktivasi SPPG di wilayah Timur Indonesia. Ia menilai keberadaan dapur SPPG di daerah 3T penting untuk menjangkau anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan pemenuhan gizi.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Kepala BGN karena memilih Sulsel untuk peresmian SPPG wilayah 3T. Kami tentu mengapresiasi Bapak Kepala BGN membuka atau mengaktivasi SPPG terutama di daerah 3T dan memiliki prevalensi stunting yang tinggi,” kata Andi Sudirman.
Menurut Andi Sudirman, perluasan SPPG harus memperhatikan wilayah yang sulit dijangkau, termasuk daerah kepulauan dan kawasan terpencil. Pemerintah Provinsi Sulsel menyatakan siap mendukung perluasan program tersebut agar cakupan layanan pemenuhan gizi dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
“Karena masyarakat di 3T, anak-anaknya tentu berharap ingin diberi makan setiap hari dengan makanan yang bergizi,” ujarnya.
Andi Sudirman mengatakan pelaksanaan program dalam skala besar membutuhkan pembenahan yang dilakukan secara bertahap. Ia meminta proses tersebut terus diperbaiki agar pelaksanaan program pemenuhan gizi dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kita berharap banyak dilakukan pembenahan. Semua kegiatan-kegiatan kita ketika banyak program dan sifatnya masif tentu harus ada kerja keras di belakang semua itu untuk dilakukan perlahan dan bertahap untuk melakukan pembenahan,” tuturnya.
Andi Sudirman juga mendorong agar perluasan SPPG di Sulsel tidak berhenti di wilayah yang relatif mudah dijangkau. Ia secara khusus meminta penguatan layanan diarahkan ke pulau-pulau, daerah terpencil, dan wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi.
“Kita tentu sangat mendukung, mensupport terus Bapak Kepala BGN dan berharap tentu dilakukan perluasan dapur SPPG terutama di wilayah pulau-pulau, daerah terpencil dan wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulsel,” pungkasnya.
Penulis: Syamsi Nur Fadhila