kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Berikut Profil 7 Anggota KPU Sulsel, Termasuk Divisi Kerjanya

banner 468x60

KabarMakassar.com — Pada Rabu (24/5) tujuh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel periode 2023-2028 resmi dilantik oleh Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari di Jakarta.

Anggota KPU Sulsel yakni Ahmad Adiwijaya (Divisi Teknis dan Penyelenggaraan), Hasruddin Husain (Divisi SDM dan Litbang), Marzuki Kadir (Divisi Perencanaan dan Logistik), Romy Harminto (Divisi Data dan Informasi), Tasrif (Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat), dan Upi Hastati (Divisi Hukum dan Pengawasan).

Pemprov Sulsel

Saat dikonfirmasi, Rabu (24/5), Kepala Sub Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Sulsel Ismail Masse menegaskan bahwa menyusul pelantikan tersebut, komisioner KPU Sulsel periode 2018-2023 juga resmi berakhir. 

Ketua Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan dan Penelitian dan Pengembangan KPU RI, yang juga Koordinator Wilayah Provinsi Sumatera Utara, Bengkulu, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara, Parsadaan Harahap berharap, setelah pengumuman dan pelantikan, komisioner terpilih mulai bekerja melanjutkan tahapan pemilu yang sedang berjalan.

Adapun profil tujuh komisioner KPU Sulsel yang dilantik besok: Hasbullah (Ketua) Pria ini adalah mantan tenaga ahli di DPR RI. Semasa kuliah di Fakultas Hukum Unhas, Hasbullah aktif sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dia kemudian mencoba keluar dari Senayan dan ikut seleksi di KPU Sulsel.

Ahmad Adiwijaya (Divisi Teknis dan Penyelenggaraan) Sebelumnya menjabat anggota komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo periode 2019-2023. Di KPU Palopo, Adiwijaya bertugas di Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu di KPU Palopo. Adiwijaya berlatar belakang akademisi, sebagai dosen pengajar STISIP Veteran Palopo.

Hasruddin Husain (Divisi SDM dan Litbang) Hasruddin Husain sebelumnya adalah komisioner Divisi Hukum KPU Kota Parepare, lalu menjadi Ketua KPU Parepare periode 2013-2018. Pria yang lahir di Parepare, 11 Oktober 1974 ini, pernah tercatat sebagai karyawan swasta di PT Indofood Sukses Makmur Tbk, 2003-2011.

Alumni Fakultas Hukum Unhas ini kemudian memberanikan diri untuk naik kelas ke KPU Provinsi dan mendapat amanah itu pada periode lima tahun ke depan.

Marzuki Kadir (Divisi Perencanaan dan Logistik) Pria kelahiran 22 Maret Pangkep 1965 ini, pernah menjabat sebagai ketua KPU Pangkep periode 2013-2018.

Periode 2018-2023, Marzuki sempat mendaftar KPU Sulsel dan masuk ke dalam 14 besar. Namun gagal masuk tujuh besar.

Dalam periode lima tahun terakhir, Marzuki aktif di NGO Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) untuk pendampingan dan demokrasi di Sulsel.

Pada pendaftaran 2023-2028, Marzuki kembali mencoba peruntungan, dan berhasil lolos. Romy Harminto (Divisi Data dan Informasi) Koordinator Divisi Perencanaan dan Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar ini, lolos di tujuh besar KPU Provinsi Sulsel.

Alumni DDI Mangkoso ini, sebelum bergabung di KPU Kota Makassar, dia sudah aktif dalam kajian-kajian kepemiluan dan demokrasi di Sulsel, seperti LaPAR (lembaga pendidikan dan advokasi rakyat). Tasrif (Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat) Pria kelahiran 8 Desember 1979 ini memulai karier kepemiluan sebagai Panwas Kabupaten Gowa tahun 2012-2013.

Dia kemudian dipercaya menjadi ketua Panwas Kabupaten Gowa pada 2015-2016. Dalam perjalanan kariernya, alumni Fakultas Hukum UMI Makassar ini kemudia menjadi salah satu komisioner KPU Gowa periode 2018-2023.

Sementara itu, Upi Hastati (Divisi Hukum dan Pengawasan) Upi adalah satu-satunya petahana KPU Sulsel yang berhasil terpilih kembali pada periode 2023-2028.

Sebelum terpilih sebagai komisioner KPU Sulsel, perempuan kelahiran Barru, 24 Juli 1974 ini, juga pernah menjabat sebagai komisioner KPU Barru selama dua periode atau sejak 2008 hingga 2018. Dalam mengawali pendidikan, Upi mengenyam ilmu di Sekolah Dasar Inpres (SDI) Sumpang Binangae Barru, ia selesai pada tahun 1986.

Ia tamat di SD Inpres Sumpang Binangae Barru, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah (Mts) Pondok Pesantren (Ponpes) DDI Mangkoso di tahun 1986 dan selesai pada tahun 1989.

Perempuan yang akrab disapa Upi ini mengaku, dalam perjalanan panjang sejak dimulainya proses seleksi hingga tahap pengumuman, dirinya bisa bernapas lega, setelah mendengar namanya masuk dalam jajaran komisioner KPU Sulsel yang terpilih.

PDAM Makassar