Langsung ke konten
News

Belajar dari Korean Hallyu K-Pop, Fadli Zon Ingin Musik Indonesia Mendunia

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong musik Indonesia menembus pasar global seperti K-Pop. Ia menilai kolaborasi pemerintah dan swasta diperlukan untuk ekspansi.

ardiyanti Diperbarui
(tengah) Menteri Kebudayaan Fadli Zon, saat jumpa pers AMI Award 2026 (dok. Syamsi/KabarMakassar)
(tengah) Menteri Kebudayaan Fadli Zon, saat jumpa pers AMI Award 2026 (dok. Syamsi/KabarMakassar)

KabarMakassar.com -- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai musik Indonesia masih menghadapi tantangan untuk menembus pasar internasional, meskipun telah menjadi pilihan utama masyarakat di dalam negeri.

Dia mendorong pengembangan industri musik nasional agar mampu menjangkau pendengar di luar Indonesia, seperti yang dilakukan Korea Selatan melalui gelombang budaya atau Korean Hallyu.

Dalam konferensi pers AMI Awards 2026, Fadli mengatakan, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia mendengarkan musik dalam negeri berdasarkan statistik yang ia rujuk.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa musik Indonesia mampu bersaing di tengah beragamnya pilihan musik dari negara lain.

"Kalau sekarang musik Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, ini sudah prestasi juga, sangat bagus," ujarnya, Selasa (27/10/2026).

Meski demikian, ia menilai dominasi di pasar domestik belum cukup untuk membawa industri musik Indonesia bersaing di tingkat global.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memperluas jangkauan musik Indonesia agar dapat dinikmati masyarakat di negara-negara tetangga hingga pasar internasional.

"Jadi, K-Pop lewatlah ya. Tapi kita belum bisa ekspor kayak mereka. Itu intinya," katanya.

Ia menilai pengalaman Korea Selatan dalam mengembangkan Korean Hallyu dapat menjadi salah satu rujukan bagi Indonesia.

Melalui gerakan budaya tersebut, Korea Selatan berhasil memperluas pengaruh produk budayanya ke berbagai negara, termasuk melalui musik populer.

Menurut Fadli, Indonesia perlu memikirkan strategi agar perkembangan musik di dalam negeri dapat diikuti dengan peningkatan daya jangkau di pasar luar negeri.

Upaya tersebut membutuhkan dukungan yang tidak hanya berfokus pada musisi, tetapi juga seluruh unsur dalam ekosistem musik.

Ia menyebut AMI Awards sebagai salah satu platform yang dapat mendorong pertumbuhan ekosistem tersebut. Ajang penghargaan musik itu dinilai bisa menjadi pemicu lahirnya musisi, pencipta lagu, penata musik atau arranger, penyanyi, serta berbagai profesi pendukung industri musik.

Pemerintah, lanjutnya, juga mengembangkan Manajemen Talenta Nasional (MTN) di bidang kebudayaan, termasuk untuk musik. Program tersebut mencakup penjaringan talenta, pembibitan, peningkatan kapasitas, hingga upaya memperoleh pengakuan internasional.

Kementerian Kebudayaan, lanjut Fadli, turut mendukung musisi Indonesia yang ingin tampil di panggung internasional untuk membawa nama Indonesia. Namun, ia menegaskan upaya tersebut tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

"Ke depannya saya kira tidak bisa ditangani sendiri, harus ada skema public-private partnership dan juga dengan sponsor-sponsor lain," ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan pihak pendukung lainnya diperlukan untuk memperkuat ekosistem musik nasional sekaligus membuka peluang bagi musisi Indonesia untuk menjangkau pasar global.
 

Penulis: Syamsi Nur Fadhila

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua