KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi meminta kepolisian bertindak tegas dalam menindak pelaku tawuran dan tidak menghiraukan intervensi atau telepon dari pihak tertentu seperti bekingan atau dekkeng.
Appi menilai angkah tegas tersebut diambil untuk menciptakan efek jera di tengah berulangnya perang kelompok yang meresahkan warga di Kota Makassar.
Pernyataan itu disampaikan Appi menyusul sejumlah bentrokan antarkelompok di Makassar, termasuk tawuran di Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Barabaraya, Perkelahian kembali terjadi di kawasan Jalan Abubakar Lambogo pada Senin (19/10) sekitar pukul 06.05 Wita. Dua kelompok pemuda, yakni kelompok Lorong Lonner dari Kelurahan Bara-Baraya Selatan dan kelompok Jor-Joran dari Kelurahan Bara-Baraya, terlibat bentrokan dengan menggunakan batu, botol kaca, petasan, hingga busur, dan beberapa wilayah di kota Makassar.
Appi menegaskan, penanganan tawuran harus dilakukan secara konsisten agar pelaku tidak kembali melakukan kekerasan setelah diamankan aparat. Ia menilai intervensi yang berujung pada keluarnya pelaku dapat melemahkan efek jera dan memberi contoh buruk bagi generasi muda.
“Satu yang saya minta, tolong, Pak, kalau ada yang ditangkap, hiraukan telepon-telepon dekeng-dekeng yang menelepon. Kenapa? Ini yang menjadi biang permasalahannya,” tegas Appi dalam rapat kordinasi bersama Camat Lurah se Kota Makassar, Selasa (20/10).
Menurutnya, penindakan terhadap pelaku harus berjalan sesuai proses hukum tanpa tekanan dari pihak luar. Ia juga meminta aparat memberikan perhatian serius terhadap orang-orang yang datang dari luar wilayah untuk memprovokasi warga dan memicu konflik.
Selain penegakan hukum, Appi meminta camat dan lurah memperkuat koordinasi dengan kepolisian, TNI, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Satpol PP. Pertemuan rutin di tingkat kelurahan perlu dilakukan bersama tokoh masyarakat untuk memetakan sumber konflik dan menentukan langkah pencegahan.
“Pertemuan ini tentu bukan pertemuan yang pertama dan terakhir. Saya mau pertemuan ini turun sampai ke bawah, dimaksimalkan, pertemuan intens bersama Tiga Pilar yang ada di wilayah masing-masing, dilakukan rutin,” ujarnya.
Munafri juga mendorong pemberdayaan pemuda melalui Karang Taruna, kegiatan olahraga, dan kelompok masyarakat. Menurutnya, potensi warga di setiap kelurahan harus dimanfaatkan agar anak muda memiliki ruang untuk beraktivitas secara positif, bukan menyalurkan perselisihan melalui kekerasan di jalanan.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi di media sosial, terutama konten yang belum terverifikasi. Pemerintah wilayah diminta aktif mengawasi potensi penyebaran hoaks yang dapat memperbesar persoalan kecil menjadi konflik antarkelompok.
“Kita tidak mau kondisi ini selalu terlambat. Maka dari itu, ini penting sekali untuk kita punya jadwal rutin,” katanya.
Appi menyatakan akan berkoordinasi secara berkala dengan Kapolrestabes Makassar dan Dandim untuk turun langsung ke masyarakat.
"Kita di Pemerintah Kota Makassar berharap kolaborasi lintas sektor dapat menekan tawuran berulang sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, jangan lagi ada tawuran atau perang kelompok yang menganggu keamanan dan kenyamanan," tukasnya.
Penulis: Nursinta