KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing, serta membuka lebih banyak peluang kerja.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengatakan kebijakan anggaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah sekaligus kebutuhan untuk menjaga program prioritas pembangunan.
Salah satu fokus yang ditetapkan dalam APBD Perubahan 2026 ialah peningkatan daya saing ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja.
“Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 disusun untuk menjawab permasalahan dan tantangan yang kita hadapi secara bertahap melalui beberapa kebijakan program dan kegiatan prioritas,” kata Munafri saat menyampaikan pengantar Nota Keuangan Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna DPRD Makassar, Jumat (26/09).
Dalam rancangan tersebut, belanja daerah Makassar meningkat menjadi Rp5,26 triliun. Angka itu naik sekitar Rp90 miliar atau 1,76 persen dibandingkan APBD pokok 2026 sebesar Rp5,17 triliun.
Sementara itu, pendapatan daerah justru turun dari Rp4,69 triliun menjadi Rp4,56 triliun atau berkurang sekitar Rp128 miliar.
Dengan kondisi tersebut, APBD Perubahan 2026 mencatat defisit Rp699,85 miliar. Defisit tersebut direncanakan ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SiLPA tahun anggaran 2025.
Munafri menyebut keterbatasan ruang fiskal membuat pemerintah harus menentukan program yang menjadi prioritas.
“Keterbatasan ruang fiskal membuat kita harus bijak memilih program dan kegiatan prioritas,” ujarnya.
Untuk mendukung agenda ekonomi, belanja operasi naik menjadi Rp4,33 triliun dari sebelumnya Rp4,18 triliun. Kenaikannya mencapai Rp146 miliar atau 3,49 persen.
Sementara belanja modal ditetapkan Rp919 miliar, turun Rp55 miliar atau 5,68 persen dari APBD pokok sebesar Rp975 miliar.
Selain penguatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, Pemkot Makassar memasukkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, pengembangan inovasi, seni budaya dan pariwisata sebagai bagian dari prioritas APBD Perubahan 2026.
Appi menegaskan arah kebijakan fiskal tersebut ditujukan untuk menjaga pembangunan Makassar tetap berjalan di tengah keterbatasan ruang anggaran.
“Makassar hari ini adalah Makassar yang sedang tumbuh, dan Makassar esok adalah Makassar yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing,” tukasnya.
Penulis: Nursinta