Langsung ke konten
News

Appi Bakal Tambah CCTV di Titik Rawan, Tekan Angka Tawuran di Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membuka peluang penambahan CCTV di titik rawan tawuran serta memperkuat patroli malam dan pos ronda.

Nofisari Diperbarui
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: Sinta KabarMakassar)
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: Sinta KabarMakassar)

KabarMakassar.com - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, membuka peluang penambahan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik rawan tawuran antarkelompok.

Langkah ini disiapkan untuk memperkuat pengawasan lingkungan dan mendeteksi potensi konflik lebih dini.

Diketahui, belakangan terjadi tawuran atau perang kelompok di Kota Makassar yang meresahkan warga sekitar.

Appi meminta camat segera melaporkan wilayah yang masih kekurangan CCTV agar kebutuhan pengawasan dapat ditindaklanjuti Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

“Kalau ada wilayah yang kekurangan CCTV, sampaikan kepada camat dan secepatnya akan kita eksekusi,” tegas Appi, Selasa (20/10).

Appi berharap penambahan CCTV, patroli malam, pengaktifan pos ronda, dan koordinasi lintas sektor dapat memperkuat upaya menjaga keamanan kota.

Menurutnya, penanganan tawuran harus mencakup pencegahan, penindakan, hingga pemulihan hubungan sosial agar konflik serupa tidak terus berulang.

“Tujuan utama langkah kita lakukan, bukan hanya meredam konflik yang sudah terjadi, melainkan memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman di lingkungan masing-masing,” terangnya.

Selain penambahan CCTV, Pemkot Makassar menyiapkan penguatan patroli malam dengan melibatkan camat, lurah, Satpol PP, serta unsur TNI-Polri. Pos ronda juga diminta kembali diaktifkan sebagai bagian dari sistem keamanan lingkungan untuk mengantisipasi tawuran yang meresahkan masyarakat.

Appi menegaskan, penanganan tawuran tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan. Pemerintah kecamatan dan kelurahan harus turun langsung memantau situasi, berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, serta mengidentifikasi persoalan yang berpotensi memicu konflik.

“Kejadian marak belakangan ini, perlu ditangani bersama-sama. Karena itu, Pemerintah Kota bersama TNI-Polri harus bergerak bersama untuk melakukan pencegahan dan memastikan persoalan ini bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ia juga meminta wilayah yang belum mengalami tawuran tetap meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, camat dan lurah di kawasan sekitar lokasi konflik perlu ikut melakukan pencegahan agar bentrokan tidak meluas ke wilayah lain.

“Jangan menganggap kalau di daerah saya tidak terjadi, sehingga tidak perlu terlalu fokus melihat ini. Semua harus diantisipasi dengan baik, karena kita tidak ingin konflik ini menular ke wilayah lain,” kata Appi.

Di sisi lain, Appi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing provokasi di media sosial, termasuk tantangan, saling ejek, maupun ajakan berkelahi. Ia menilai persoalan kecil dapat berkembang menjadi konflik apabila tidak diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

Pemkot Makassar juga mendorong dialog antarkelompok, pendekatan persuasif melalui tokoh masyarakat, serta kegiatan positif bagi generasi muda.

"Langkah pencegahan tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan kekerasan atau memprovokasi konflik," pungkasnya.

 

Penulis: Nursinta

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua