Langsung ke konten
News

Angka Kemiskinan di Bantaeng Menurun di 2025, BPS Sebut Sektor Tersier Jadi Pendorong

BPS mencatat angka kemiskinan di Bantaeng turun menjadi 7,68 persen pada tahun 2025. Sektor tersier dan program pemerintah jadi motor utama penurunan ini. Simak datanya!

Redaksi
Ilustrasi kemiskinan (Dok: KabarMakassar)
Ilustrasi kemiskinan (Dok: KabarMakassar)
KabarMakassar.com -- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan mencatat tren positif terkait kondisi ekonomi di daerah berjuluk Butta Toa tersebut. Angka kemiskinan dilaporkan mengalami penurunan yang cukup signifikan pada periode 2025. Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan di Bantaeng yang sebelumnya berada di level 8,26 persen pada 2024, kini turun menjadi 7,68 persen pada 2025. Persentase ini menunjukkan adanya penurunan sebesar 0,58 persen. Secara kumulatif, jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Bantaeng berkurang drastis, dari sebelumnya sebanyak 15.80 jiwa menjadi 14.47 jiwa. Fungsional Statistisi Muda BPS Bantaeng, Agus Budiman, menjelaskan bahwa penurunan ini tidak hanya terjadi pada angka makro, tetapi juga pada tingkat kedalaman kemiskinan yang menyusut dari 0,89 persen menjadi 0,83 persen. Menurutnya, pencapaian ini dinilai sebagai bukti keberhasilan intervensi program pemerintah setempat. "Indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) pada 2025, masing-masing sebesar 0,83 dan 0,15 persen. Kedua indeks ini mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,06 persen dan 0,01 persen dari 2024," ungkap Agus Budiman, Senin (30/03). Ia menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka kemiskinan ini dipengaruhi oleh langkah strategis pemerintah melalui program-program prioritas yang tepat sasaran. Selain itu, geliat ekonomi di sektor tertentu juga menjadi motor penggerak utama. "Dan meningkatnya aktivitas ekonomi terutama pada sektor tersier," tandasnya. Penurunan indeks keparahan dan kedalaman kemiskinan ini diharapkan menjadi sinyal kuat bahwa distribusi kesejahteraan di Bantaeng mulai merata seiring dengan meningkatnya produktivitas ekonomi masyarakat.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua