Langsung ke konten
News

Anggaran Pertanian Sulsel 2027 Hanya Rp298 Miliar, Golkar Pertanyakan Keseriusan Hilirisasi

Fraksi Golkar DPRD Sulsel menyoroti anggaran urusan pertanian dalam Rancangan APBD 2027 yang hanya Rp298,86 miliar dan mempertanyakan dukungan pemerintah terhadap hilirisasi sektor pertanian.

Nofisari Diperbarui
Juru bicara Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Sofyan Syam (Dok: Ist)
Juru bicara Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Sofyan Syam (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyoroti minimnya alokasi anggaran sektor pertanian dalam Rancangan APBD Sulsel Tahun Anggaran 2027.

Anggaran urusan pertanian tercatat hanya sebesar Rp298,86 miliar atau sekitar 2,8 persen dari total belanja daerah yang ada.

Sorotan tersebut disampaikan juru bicara Fraksi Golkar, Sofyan Syam, saat membacakan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan APBD Sulsel 2027 dalam rapat paripurna DPRD Sulsel, Kamis (05/11).

Golkar menilai alokasi tersebut belum mencerminkan besarnya peran Sulawesi Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Terlebih, pemerintah provinsi juga menempatkan hilirisasi sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

“Untuk provinsi yang menyandang peran lumbung pangan nasional, hal ini menimbulkan tanda tanya tentang kesiapan hilirisasi,” kata Sofyan Syam.

Fraksi Golkar juga menyoroti porsi belanja modal sektor pertanian yang hanya sekitar Rp2,84 miliar atau 0,95 persen.

Menurut Golkar, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah provinsi agar dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada program.

"Tetapi juga diwujudkan melalui penguatan sarana dan prasarana produksi," terangnya.

Golkar mendorong pemerintah provinsi memperkuat keberpihakan anggaran terhadap sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, dan perikanan.

"Tentu itu perlu didukungan melalui penyediaan sarana produksi, pembangunan infrastruktur pertanian dan irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian, penyuluhan, serta perlindungan bagi petani dan nelayan," ujarnya.

Selain itu, pengembangan hilirisasi perlu diperkuat untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat.

"Sehingga sektor pertanian tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan," tukasnya.

 

Penulis: Nursinta

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua