KabarMakassar.com — Anggaran penanganan bencana pada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan mengalami pengurangan hampir Rp1 miliar dalam rancangan perubahan anggaran 2026.
Pemangkasan tersebut terjadi setelah Dinas Sosial Sulsel memperoleh dukungan logistik atau buffer stock dari Kementerian Sosial untuk kebutuhan kebencanaan di 24 kabupaten/kota.
Kepala Dinas Sosial Sulsel Abd. Malik Faisal menjelaskan, anggaran Program Penanganan Bencana yang sebelumnya disiapkan sekitar Rp1,98 miliar dalam anggaran pokok, berubah menjadi sekitar Rp988 juta dalam RKA Perubahan.
Dengan demikian, terdapat pengurangan sekitar Rp999 juta dari alokasi sebelumnya.
Malik mengatakan pengurangan terbesar berasal dari anggaran penyediaan permakanan bagi korban saat terjadi bencana. Pada anggaran pokok, pos tersebut dialokasikan sekitar Rp1,53 miliar, kemudian dalam perubahan anggaran diusulkan menjadi sekitar Rp831 juta.
“Ini kami dapat pengurangan karena sampai dengan hari ini kami mendapatkan dukungan dari Kementerian Sosial berupa dukungan buffer stock untuk hal-hal yang terjadi bencana di 24 kabupaten/kota,” kata Malik dalam rapat bersama Komisi E DPRD Sulsel di Kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu (23/09).
Pengurangan juga terjadi pada anggaran penyediaan sandang. Dari alokasi awal sekitar Rp453 juta, anggaran tersebut dalam RKA Perubahan menjadi sekitar Rp156 juta. Artinya, terdapat pengurangan lebih dari Rp297 juta.
Menurut Malik, penyesuaian itu dilakukan karena kebutuhan logistik untuk kesiapsiagaan bencana sebagian telah ditopang melalui persediaan yang diberikan Kementerian Sosial.
Dinas Sosial Sulsel kemudian menyesuaikan kembali kebutuhan anggaran agar tidak terjadi pengalokasian belanja yang sama dengan dukungan logistik yang telah tersedia.
Secara keseluruhan, Dinas Sosial Sulsel mengelola lima program, 14 kegiatan dan 43 subkegiatan dalam anggaran perubahan. Hingga September, sebanyak 37 subkegiatan telah memiliki realisasi, sedangkan enam subkegiatan lainnya belum terealisasi.
Malik menyebut anggaran Dinas Sosial Sulsel secara keseluruhan dalam DPA pokok sebesar Rp49,47 miliar berubah menjadi sekitar Rp49,57 miliar dalam RKA Perubahan.
Selain program penanganan bencana, terdapat sejumlah penyesuaian pada program lainnya. Program Rehabilitasi Sosial misalnya mengalami penambahan anggaran sekitar Rp282 juta, antara lain untuk kebutuhan rumah singgah dan penyediaan sopir ambulans serta pemulasaraan di panti jompo Parepare.
Program Perlindungan dan Jaminan Sosial juga memperoleh tambahan sekitar Rp29 juta yang diarahkan untuk kebutuhan permakanan dan pemulangan orang terlantar.
Sementara Program Pemberdayaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial mengalami penambahan sekitar Rp113 juta. Tambahan tersebut antara lain digunakan untuk pemberian tali asih kepada keluarga Pahlawan Nasional, perintis, veteran, wredatama dan K3S.
Malik mengatakan perubahan anggaran tersebut merupakan penyesuaian terhadap kebutuhan riil program dan dukungan yang diterima pemerintah daerah dari pemerintah pusat.