kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Anak Menderita Cerebral Palsy, Begini Pecegahannya!

banner 468x60

KabarMakassar.com — Cerebral Palsy atau CP adalah disabilitas motorik atau suatu kelainan kronis pada sistem saraf pusat yang mempengaruhi postur dan tonus otot.

Cerebral Palsy biasanya terjadi pada anak di awal kehidupan. Berdasarkan data Susenas BPS (2012) dikutip dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 532.130 anak di Indonesia menderita cerebral palsy. 

Pemprov Sulsel

Sementara menurut survei riset kesehatan dasar (Riskesdas) yang diselenggarakan Kemenkes tahun 2013, prevelensi anak dengan cerebral palsy sebanyak 9 kasus per 1000 kelahiran.

Adapun penyebab cerebral palsy adalah penyakit bawaan lahir akibat adanya gangguan perkembangan otak, yang terjadi saat anak masih di dalam kandungan.

Dilansir dari Center for Disease Control and Prevention, Gejala cerebral palsy berbeda-beda pada setiap orang. Seseorang dengan cerebral palsy parah bisa saja memerlukan peralatan khusus untuk dapat berjalan, hingga tidak dapat berjalan sama sekali dan memerlukan perawatan seumur hidup. 

Sebaliknya, seseorang yang menderita cerebral palsy ringan mungkin berjalan sedikit sulit, tetapi bisa tidak memerlukan bantuan khusus. 

Kendati demikian, cerebral palsy tidak bertambah buruk seiring berjalannya waktu, meskipun gejala pastinya dapat berubah sepanjang hidup seseorang.

Penanganan dan Pencegahan Cerebral Palsy

Cerebral plasy tidak dapat sepenuhnya dicegah atau disembuhkan, namun dapat dirawat dan dilakukan upaya pencegahan pada ibu hamil.

Pencegahan cerebral palsy

1. Hindari cedera fisik dengan menggunakan alat forceps saat persalinan
2. Hindari paparan penyakit atau infeksi virus dan dapatkan vaksinasi yang tepat
3. Hindari rokok, alkohol, narkoba atau resep yang dapat membahayakan kesehatan janin
4. Mengidentifikasi potensi ketidakcocokan Rh ibu dan anak.

Perawatan cerebral palsy

1. Terapi fisik
2. Perangkat ortotik
3. Pengobatan lisan atau oral
4. Suntikan otot
5. Pembedahan/operasi.  (Sumber: Kemenkes)

PDAM Makassar