kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Aliansi Mahasiswa Luwu Raya Minta Ketua KPU Lutra Dicopot

banner 468x60

KabarMakassar.com — Aliansi Mahasiswa Luwu Raya melakukan aksi unjuk rasa di Kantor KPU Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (27/11).

Aksi unjuk rasa ini meminta dan menuntut Ketua KPU Luwu Utara (Lutra) dicopot dari jabatannya.

Pemprov Sulsel

Jenderal Lapangan, Muh Adit Akbar mengatakan  aksi yang dilakukan terkait dugaan perilaku tak terpuji yang dilakukan Ketua KPU Lutra yang melanggar norma-norma dalam masyarakat.

Diketahui beberapa waktu lalu, Ketua KPU Lutra didapati bertamu dan sedang bersama perempuan di sebuah rumah yang disebut-sebut seorang 'janda'.

“Pejabat publik harusnya menjadi patron yang dapat memberikan contoh pada masyarakat untuk selalu mejaga stabilitas iklim demokrasi di kehidupan sosial”, ungkapnya

Pihaknya juga meminta KPU Sulsel untuk mengevaluasi Ketua KPU Lutra yang tidak mampu menjaga stabilitas kondisi sosial kemasyarakatan di Luwu Utara Akibat dugaan kasus tersebut.

"Hadirnya kami di kator KPU Sulsel untuk meminta kepada KPU Sulawesi Selatan melalui DKPP untuk melakukan pemberhentian tetap Ketua KPU Luwu Utara yang diduga telah merusak harkat dan martabat dirinya, meruntuhkan dan menciderai marwah dari instansi KPU itu sendiri dan dinilai tidak mampu mengemban amanah sesuai dengan amanah sebagai Ketua KPU Luwu Utara atas dugaan pelanggaran norma-norma dalam masyarakat", sambungnya.

Aksi ini pun juga dilakukan menyoroti lemahnya integritas Ketua KPU Lutra yang mengabaikan aktivitasnya dan menimbulkan citra negatif bagi KPU khususnya di Luwu Utara.

Sementara itu, pihak KPU Sulsel yang menerima dan melakukan audiensi dengan massa aksi mengatakan pihaknya menerima laporan dari Aliansi Mahasiswa Luwu Raya dan akan mengusulkan pembentukan Tim Pemeriksa Daerah (TPD) terkait dugaan kasus tersebut.

"Kami menerima laporan teman-teman dari Aliansi Mahasiswa Luwu Raya dan akan melaporkan kepada DKPP (Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu) dan mengusulkan untuk membentuk TPD ( Tim Pemeriksa Daerah) untuk menangani dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Ketua KPU Luwu Utara", ungkap Asmar, Pejabat Struktural KPU Sulsel

PDAM Makassar