kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Ali Fikri : KPK Lakukan Penangkapan SYL

banner 468x60

KabarMakassar.com — Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan penangkapan terhadap tersangka eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) sekitar pukul 19.00 Wita, pada Kamis (12/10) malam.

Juru Bicara KPK Ali Fikri menegaskan perihal penangkapan kepada SYL pasca ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Kementerian Pertanian RI.

Pemprov Sulsel

Menurut Ali, penangkapan malam ini memiliki dasar hukum dan telah dianalisis oleh KPK. Dimana mantan Gubernur Sulsel itu dibawa ke gedung Merah Putih untuk selanjutnya diperiksa selaku tersangka.

"Iya betul Tim Penyidik KPK melakukan penangkapan terhadap salah satu tersangka, kita tahu masih ada 2 tersangka yang belum dilakukan penahanan kan," ungkap Ali Fikri saat dikonfirmasi KabarMakassar.com, Jumat (13/10).

"Dan, tadi 1 tersangka dilakukan penahanan atas nama SYL di sebuah apartemen di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan sudah tiba di gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan oleh Tim Penyidik KPK," jelasnya.

Ali pun menjelaskan alasan penangkapan terhadap SYL. Sebab, ujarnya, SYL sebelum meminta waktu sehingga tidak bisa hadir dalam pemeriksaan yang seharusnya dilakukan pada Rabu (11/10).

"Jadi tentu ketika kami melakukan upaya paksa baik itu penggeledahan, penangkapan, penyitaan, dll, pasti kami memiliki dasar hukum kuat," katanya.

"Dalam konteks perkara ini tentu ada beberapa hal mengikuti perkembangan tersangka ini, sekali pun kami memanggilnya kemarin, artinya kami sudah memberikan ruang, waktu untuk hadir di gedung Merah Putih KPK. Tapi, kami tunggu hari, tidak hadir juga di gedung Merah Putih KPK," terangnya.

"Kami dapat informasi tadi malam, sebenarnya yang bersangkutan sudah ada di Jakarta. Kami juga tunggu hari ini. Karena itu ketika kami tahu tidak hadir hari ini kami melakukan analisis," katanya.

Analisis tersebut, menurut Ali, termasuk soal kekhawatiran potensi tersangka melarikan diri hingga menghilangkan bukti.

"Ini kemudian menjadi dasar Tim Penyidik KPK melakukan penangkapan dan membawanya di gedung Merah Putih KPK," tegas Ali.

Soal penahanan, Ali menegaskan, KPK patuh pada aturan yang ada. "Itu kunci utama bagi kami setiap melakukan tindakan," kata Ali.

Terkait tersangka lain dalam kasus yang sama, yaitu Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Hatta, dia mengatakan, KPK masih menunggu. 

"Tunggu ya. Terhadap satu tersangka lain karena kan kemarin informasinya orang tuanya sedang sakit, stress. Keberadaannya memang belum selesai seperti halnya SYL ini kan. Urusannya udah selesia, kalau kemarin mengatakan kooperatif, mestinya hari ini hadir kan untuk menjelaskan kepada Tim Penyidik," pungkasnya.

Seperti diketahui, mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo usai ditetapkan jadi tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait bersama-sama menyalahgunakan kekuasaan dengan memaksa memberikan sesuatu untuk proses lelang jabatan termasuk ikut serta dalam pengadaan barang dan jasa disertai penerimaan gratifikasi di lingkungan Kementan.

Selain SYL, KPK menetapkan 2 tersangka lain, yaitu Sekjen Kementan Kasdi Subagyono, yang telah ditahan sejak hari Rabu (11/10). Serta, Muhammad Hatta.

Menurut Johanis Tim Penyidik menahan KS untuk 20 hari pertama, terhitung 11 Oktober hingga 30 Oktober 2023 di rutan KPK. Penetapan status tersangka Syahrul bersama Kasdi dan Hatta tersebut diumumkan oleh Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dalam konferensi pers, Rabu malam (11/10).

Sementara itu, Ali Fikri yang juga Kabag Pemberitaan KPK itu meminta semua pihak untuk tidak dipersoalkan urusan teknis dalam penangkapan SYL.

Dijelaskan bahwa semua adminsitrasi penyelidikan, penyidikan dan penuntutan ada aturan tata naskah yang berlaku di KPK. 

Pimpinan KPK sebagai pengendali dan penanggung jawab tertinggi atas kebijakan penegakan hukum pemberantasan korupsi, maka secara ex officio harus diartikan juga pimpinan sebagai penyidik dan penuntut umum.

"Itu Artinya, pimpinan KPK tetap berwenang menetapkan tersangka dll," jelasnya kepada kabarmakassar.com.

Dengan demikian, pimpinan KPK tetap berhak menandatangani surat penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan eksekusi dalam bentuk administrasi penindakan hukum.

"Kami hanya ingin tegaskan bukan jemput paksa sebagaimana narasi oleh pihak-pihak tertentu. Ini kami sampaikan supaya clear. Kami lakukan penangkapan terhadap tersangka SYL.Tentu ada dasar hukumnya,"kata Ali.

"Prinsipnya begini, penangkapan dapat dilakukan terhadap siapapun yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan alat bukti yang cukup dan tidak harus didahului pemanggilan. Jemput paksa dapat dilakukan terhadap siapapun karena mangkir dari panggilan penegak hukum,"tambah Ali.

PDAM Makassar