kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Ady Ansar Klaim Unggul dalam Survei Jelang Pilkada Selayar

Ady Ansar Klaim Unggul dalam Survei Jelang Pilkada Selayar
Bakal calon Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar Ady Ansar (Dok : ist).
banner 468x60

KabarMakassar.com — Bakal calon Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Ady Ansar, mengklaim dirinya unggul dalam survei jelang Pilkada Serentak 2024 yang akan digelar pada 27 November mendatang.

Ady Ansar, yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Sulsel dan merupakan jagoan Partai Nasdem, menunjukkan hasil survei internal yang mengunggulkannya dibandingkan rivalnya, Natsir Ali.

Pemprov Sulsel

Ady Ansar menegaskan akan siap fight atau bertarung dengan rivalnya secara sehat dan demokratis. Bahkan, ia mengaku percaya diri menghadapi Natsir Ali meski kandidat lawannya tersebut bagian dari klan Bupati di Tana Doang.

Hal itu berdasarkan hasil survei internalnya yang menunjukkan elektabilitas Ady Ansar mencapai 45,36 persen, sementara Natsir Ali berada di angka 41,37 persen. Survei dilakukan pada 24 Juni hingga 1 Juli 2024 dengan melibatkan 120 responden dan menggunakan metode multistage random sampling.

“Ini hasil survei terbaru di Pilkada Selayar,” kata Ady Ansar sembari memperlihatkan hasil survei saat ditemui di gedung DPRD Sulsel, Makassar, Selasa (09/07).

Ady Ansar tak mau menyebut nama lembaga survei yang merekam tingkat elektabilitas kandidat Pilkada Selayar. Ia mengklaim survei ini dilakukan secara profesional.

Dari survei itu, Ady Ansar juga unggul dalam simulasi berpasangan dengan Muh. Suwadi dibanding Natsir Ali berduet Muchtar. Paket Ady-Suwadi meraih 46,34 persen, sementara Natsir-Muchtar 43,21 persen.

“Jadi bagi kami, berapapun calon yang akan maju kami siap. Sebagai politisi, mau itu dua atau tiga pasang calon, kita siap,” tutur legislator Fraksi Nasdem tersebut.

Ady Ansar optimis mendapat dukungan dari masyarakat Selayar. Apalagi ia berpaket dengan Suwadi yang merupakan anggota DPRD fraksi PKS tiga periode dan berbasis di Jampea.

Soal partai untuk maju Pilkada Selayar, Ady Ansar mengaku telah mengantongi SK rekomendasi dari PKS, surat rekomendasi dari Nasdem dan juga Demokrat.

“Kalau deklarasi hampir setiap hari kita deklarasi. Nanti yang resminya kalau sudah ada surat B1-KWK dari partai. Seperti Nasdem masih rekomendasi karena tunggal, nanti yang resmi keluar berpasangan,” tandas Ady Ansar.

Sebelumnya, bakal calon Bupati Kepulauan Selayar, Ady Ansar resmi mengumumkan calon wakil bupati yang akan menjadi paket maju di Pilkada Selayar 27 November mendatang. Dia adalah Suwadi, pengurus DPW PKS Sulsel, serta kini menjabat Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dimana Ady mengumumkan calon wakilnya itu saat menerima rekomendasi PKS di Mama Cafe Jalan. Bau Mangga Makassar, Jumat (14/06) lalu.

“Pertama saya ingin menyampaikan bahwa saat ini kami sudah lengkap ada calon wakil bupati pak Suwadi dari PKS. Insyaallah sementara ini diusung oleh empat partai. NasDem, PKS, Demokrat, dan PKB, dan PSI nanti,” ucap anggota DPRD Sulsel fraksi NasDem itu.

Ady juga memberikan alasannya memilih calon Suwadi sebagai pasangan. Dikatakan bahwa ada pertimbangan objektif berdasarkan survei yang menempatkan Suwadi di posisi wakil paling tinggi.

Selain itu, rasionalisasi dukungan PKS yang memiliki nilai tawar yakni memiliki empat kursi sehingga slot wakil bupati sangat layak di pertimbangkan.

“Apalagi dari sisi geopolitik, dia di pulau saya di daratan, saya pikir ini satu geopolitik yang saling melengkapi,” jelas dia.

Ia menuturkan, tentu saja dengan tambahan usungan PKS ini menambah jumlah usungan saat ini sudah mengantongi sembilan kursi.

Langkah selanjutnya melakukan konsolidasi kepada semua Partai pengusung, bukan hanya ke PKS tapi sudah konsultasi dengan Ketua PKB, Demokrat dan NasDem menyampaikan bahwa merapatkan barisan.

“Kemudian langkah selanjutnya tentu di kabupaten, saya akan menkonsolidasikan, mensolidkan partai pengusung saya,” bebernya.

Sedangkan, Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan, Muh Amri Arsyid menuturkan bahwa pemberian rekomendasi untuk Ady Ansar melalui proses yang panjang. Dan, setelah diberikan maka besar harapan memenangkan Pilkada Selayar yang dihelat pada 27 November mendatang.

“Pemberian rekomendasi kepada pak Ady Ansar dan wakil ini melalui proses yang panjang. Tentu harapan kami agar bergerak untuk.memenangkan Pilkada nantinya di Selayar,” terangnya.

Sementara itu, Ady Ansar Ketua NasDem Selayar dimana ia sebelumnya terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar selama dua periode.

Pada pemilu 2019 silam, ia maju sebagai wakil rakyat ke tingkat provinsi Sulsel hingga terpilih untuk periode 2019-2024. Pada pemilu 2024, Ady kembali oppo untuk periode keduanya sebagai legislator Sulsel melalui partai besutan Surya Paloh.

Selain itu, Ady Ansar juga mengembalikan formulir pendaftaran ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Sulawesi Selatan.

Pengembalian formulir pendaftaran Ady Ansar ke partai yang dinakhodai oleh putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep tersebut berlangsung di Hotel Aryaduta, Jalan Somba Opu No. 297 Kota Makassar, Kamis (13/6) lalu.

Dimana Ady Ansar datang didampingi Anggota DPRD terpilih Partai NasDem Kepulauan Selayar, yakni Arsyil Ihsan, Muh. Irfan dan Muhammad Saing.

Turut mendampingi Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Partai Nasdem Kepulauan Selayar, Ahmad Yasin, dan Ketua Relawan Ady Ansar (ReAdy), Akbar Putra.

Tidak hanya H. Ady Ansar, pengembalian formulir ke PSI Sulsel juga dilakukan 17 Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) lainnya yang notabene telah mengantongi rekomendasi Partai NasDem untuk bertarung dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di daerahnya masing-masing.

Kedelapan belas Bacakada usungan partai NasDem tersebut diterima langsung oleh Ketua DPW PSI Sulsel Muh Surya bersama Sekretaris, Maqbul Halim serta jajaran Pengurus DPW PSI Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada 18 Bacakada usungan Partai NasDem yang telah hadir mengembalikan formulir pendaftaran di PSI Sulsel.

“Kami berbahagia sekali hari ini didatangi 18 Cakada dari kabupaten/kota di Sulsel. Saya mengucapkan terimakasih karena telah memenuhi undangan kami, selamat datang di DPW PSI,” ucap Muh Surya.

Surya mengatakan sebagai tindak lanjut dari pengembalian formulir dari 18 Bacakada yang kini telah mengantongi rekomendasi dari Partai NasDem, pihaknya akan kembali mengadakan pertemuan.

“Karena malam ini kami hanya menerima surat pendaftaran dari bapak/ibu sekalian, selanjutnya kita akan mengadakan pertemuan lagi. Adapun suratnya kami akan sampaikan kepada DPD Partai NasDem Sulsel,” jelasnya.

Sementara itu, kandidat lain yakni bakal calon kepala daerah kabupaten Kepulauan Selayar, Natsir Ali memastikan diri maju pada kontestasi Pilkada serentak yang dihelat 27 November mendatang.

Dimana adik dari Bupati Kepulauan Selayar Basli Ali tersebut mengusung visi misi yang bermuara pada peningkatan pendapatan masyarakat.

“Jadi bukan hanya di pemerintah pusat saja hilirisasi, tapi di daerah juga harus. Misalnya bagaimana pemanfaatan kelapa yang melimpah di Selayar untuk peningkatan pendapatan masyarakat,” ucap Natsri Ali, Senin (13/05) lalu.

Mantan politisi Partai Gerindra ini menuturkan bahwa sejauh ini pemanfaatan kelapa di masyarakat Selayar masih di bawah standar untuk meningkatkan kesejahteraan.

Padahal, kata Natsir yang berlatarbelakang pengusaha ini, kelapa jika dikelolah maksimal bisa meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD).

“Air kelapa kan bisa diolah jadi gula merah. Saat ini, kita diminta mengurangi konsumsi gula pasir dan beralih ke gula merah. Tentu ini peluang besar bagi masyarakat Selayar meningkatkan pendapatannya. Apalagi harga gula merah saat ini terus naik,” terangnya.

“Belum lagi tempurung kelapa bisa diolah jadi briket. Tentu harganya lebih tinggi jika dijual dalam bentuk briket ketimbang tempurung,” sambungnya.

Untuk itu, Natsir berjanji akan membantu modal usaha dan perlatan ke sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) di Selayar jika dirinya kelak menjadi bupati.

“Intinya hilirisasi. Selayar punya sumber daya besar di segala sektor. Tinggal bantuan modal dan peralatan saja,” tutur politisi dari Partai Golkar ini.

PDAM Makassar