kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250
News  

Adab Makan dan Minum Berdiri Dalam Islam

banner 468x60

KabarMakassar.com — Adab mengenai makan dan minum sambil berdiri dapat di jelaskan melalui keterangan dari hadits rasulullah SAW.

Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi) bersabda Nabi dari Abu Hurairah,“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim).

Pemprov Sulsel

Dalam Hadits tersebut terungkapkan bahwa adanya larangan makan dan minum dengan berdiri. Kadang kita sering melaksanakan hal tersebut dengan santai dan tanpa berpikir kenapa. Banyak diantara kita yang berpikir hal tersebut dilarang hanya karena adat kesopanan dan menghargai saja.

Islam menganjurkan umatnya untuk makan dan minum dalam posisi duduk. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadits berikut:

“Jangan kalian minum sambil berdiri. Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan.” (HR. Muslim)

Hadits tersebut menerangkan bahwa makan dan minum sambil berdiri bukanlah sesuatu yang baik. Bagaimana hikmahnya dalam Islam? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.

Makan dan minum sambil berdiri bukanlah adab yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits, Anas bin Malik ra mengatakan bahwa Rasulullah SAW melarang minum sambil berdiri.

"Lalu, kami bertanya, 'Kalau makan?" Rasulullah SAW pun bersabda, "Kalau makan (sambil berdiri) maka itu lebih buruk dan keji." (HR. Muslim)

Hadits tersebut menerangkan bahwa makan dan minum sambil berdiri adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam. Mengacu pada hadits tersebut, para ulama sepakat bahwa makan dan minum sambil duduk adalah hal yang utama.

Menurut Ibnul Qayyim, ada beberapa afat (akibat buruk) bila minum sambil berdiri. Selain tidak memberikan kesegaran pada tubuh secara optimal, air yang masuk ke dalam tubuh juga akan cepat turun ke bagian bawah.

Sebab, air yang dikonsumsi tidak tertampung di dalam lambung yang nantinya akan dipompa oleh jantung untuk disalurkan ke seluruh tubuh. Itu artinya, air tidak akan menyebar ke organ-organ tubuh yang lain.

Rasulullah SAW pernah makan dan minum sambil berdiri itu dikarenakan ada uzur yang menghalanginya, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat suci dan lain-lain. Tetapi hal itu bukanlah kebiasaan beliau.

Mengutip buku Fikih Kuliner oleh Abdul Wahab, para ulama dalam hal ini menetapkan bahwa makan atau minum sambil berdiri dibolehkan jika ada uzur yang menghalanginya. Namun, jika tidak ada keperluan mendesak, sikap ini dilarang dan hukumnya makruh. (Abimanyu).

PDAM Makassar