KabarMakassar.com -- Sebanyak 120 tim dari 60 perguruan tinggi negeri dan swasta serta enam mitra dijadwalkan mengikuti Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada 22–25 Oktober 2026.
Kegiatan tingkat nasional ini akan mempertemukan mahasiswa yang mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat melalui organisasi kemahasiswaan.
Ketua Panitia Abdidaya Ormawa 2026 UMI, Prof M. Kamal Hidjaz, mengatakan panitia tengah mematangkan persiapan untuk menyambut seluruh delegasi. Persiapan meliputi penataan lokasi kegiatan, registrasi, koordinasi petugas, serta pelayanan bagi peserta yang datang dari berbagai daerah.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta memperoleh pelayanan terbaik, mulai dari kedatangan, registrasi, pelaksanaan kegiatan, hingga malam penganugerahan. Setiap lokasi harus dipersiapkan dengan baik, dan seluruh petugas harus memahami tugas serta tanggung jawabnya masing-masing,” ungkapnya, Senin (19/10).
Abdidaya Ormawa 2026 menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan bersama organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi masing-masing.
Melalui kegiatan ini, peserta juga memiliki kesempatan untuk melihat program dari kampus lain dan bertukar pengalaman mengenai pelaksanaan pengabdian di masyarakat.
Sejumlah agenda telah disiapkan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Peserta akan mengikuti pameran Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), penilaian poster dan video program, semiloka, sarasehan, serta malam penganugerahan.
Rangkaian kegiatan itu melibatkan berbagai unsur perguruan tinggi, mulai dari mahasiswa dan dosen pendamping hingga pimpinan kampus serta mitra. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil program pengabdian sekaligus membahas pengalaman pelaksanaannya.
Untuk mendukung kegiatan yang berlangsung selama empat hari, UMI menyiapkan sembilan titik lokasi di lingkungan kampus. Panitia juga membentuk mekanisme pelayanan melalui liaison officer (LO) dan person in charge (PIC) dari masing-masing perguruan tinggi.
LO akan menjadi penghubung peserta dengan panitia, sedangkan PIC membantu mengoordinasikan kebutuhan delegasi dari kampus masing-masing. Peserta dapat menggunakan jalur komunikasi tersebut untuk memperoleh informasi mengenai jadwal, lokasi kegiatan, dan kebutuhan selama acara berlangsung.
“LO merupakan bagian penting dari wajah pelayanan UMI sebagai tuan rumah. Karena itu, mereka harus mampu memberikan informasi yang jelas, membantu kebutuhan peserta, dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh delegasi,” tuturnya.
Panitia juga menyiapkan sekretariat sebagai pusat koordinasi dan penanganan persoalan administrasi yang membutuhkan tindak lanjut. Informasi kegiatan akan disampaikan melalui kanal resmi dan jalur komunikasi delegasi agar peserta memperoleh keterangan yang sesuai.
Bagi UMI, penyelenggaraan Abdidaya Ormawa 2026 berkaitan dengan pengembangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan perguruan tinggi. Pengabdian merupakan salah satu unsur Catur Dharma UMI, yang mendorong penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Menjelang pelaksanaan pada 22 Oktober, panitia melanjutkan persiapan fasilitas dan koordinasi petugas. UMI berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pertemuan bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk memperkenalkan karya, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring pengabdian.
Penulis: Syamsi Nur Fadhila