News

Muhammadiyah Sulsel, Lebaran lebih Awal

Muhammadiyah Sulsel, Lebaran lebih Awal

Kabar Makassar--- Meski Pemerintah belum menetapkan kapan jatuhnya tanggal 1 Syawal atau perayaan hari raya Iedul Fitri (Dengan menggunakan metode Rukyat) akan tetapi jauh hari Ormas Muhammadiyah sudah menetapkan dengan menggunakan metode Hisab.

Oleh karena itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof. Ambo Asse memastikan Warga Muhammadiyah Sulsel akan berlebaran di Tanggal 25 Juni 2017 sesuai dengan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan hal tersebut juga berlaku diseluruh wilayah di Indonesia.

"Insya Allah tidak ada perbedaan dengan yang lain, kecuali An-Nasir, karena mungkin An-Nasir sudah lebaran hari sabtu," kata Ambo Asse yang juga guru besar UIN Alauddin itu.

Ambo Asse juga membeberkan jika pengurus Muhammadiyah yang ada di 24 kabupaten kota akan membuka lapangan untuk sholat. Kecuali daerah yang sarana prasarananya tidak memadai semua warga Muhammadiyah berbaur dengan pemerintah karena kemungkinan besar jadwal shalat akan sama.

Untuk pengurus Muhammadiyah kabupaten Gowa sendiri, kata Prof Ambo, akan buka di Mawang, dan disanalah Guru Besar UIN Alauddin itu mengisi Khotbah Idul Fitri.

Sementara untuk warga Muhammadiyah di Makassar sendiri sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, akan disediakan tiga titik utama tempat sholat Ied, pertama di Lapangan Awwalul Islam, di parangloe (samping Tol), kedua, Pelataran Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, di Jl. Perintis Kemerdekaan, dan Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl. Sultan Alauddin.

"Adapun yang kecil-kecil itu tidak dihitung lagi," ujar Dekan Fakultas Ekonomi UINAM itu.

Sebelumnya Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam hal ini Majelis Tarjih, sedari tanggal 1 maret 2017, telah memutuskan jatuhnya tanggal 1 Ramadan, 1 Syawal, serta 1 Zulhijjah, hal itu tercantum dalam Maklumat bernomor : 01/MLM/I.0/E/2017 tentang penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah 1438 Hijriah.

Berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai berikut:

Untuk 1 Syawal 1438 H, Pertama berdasar kepada ljtimak jelang Syawal 1438 H terjadi pada hari Sabtu Kliwon, 24 Juni 2017 M pukul 09:33:12 WIB.

Kedua Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (Φ= -70° 48' dan 110 21' BT) +03 46 31' (hilal sudah wujud). Di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan berada di atas ufuk. Ketiga 1 Syawal 1438 H jatuh pada hari Ahad Legi, 25 Juni 2017 M.

Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan : Tanggal 1 Syawal 1438 H jatuh pada hari Ahad Legi, 25 Juni 2017 M.

Penulis: Wulandari
Foto: pwmu.co. [Int.]

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close