MTIR Persulit Pedagang Rugikan Betonisasi Jalan

MTIR Persulit Pedagang Rugikan Betonisasi Jalan

MTIR Persulit Pedagang Rugikan Betonisasi Jalan

Kabar Makassar ----- Polemik relokasi pedagang Pasar Sentral Makassar masih terus berlanjut. Sejumlah pedagang memilih bertahan di lapak sementara mereka karena dipersulit oleh pengelola New Makassar Mal, PT Makassar Tunggal Inti Raya (MTIR). Akibatnya, proyek pengerjaan jalan di sekitar Pasar Sentral terbengkalai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muh. Anshar mengatakan pihaknya belum dapat menyelesaikan pengerjaan jalan di sekitar Pasar Sentral, lantaran masih banyaknya lapak yang berjejeran sehingga menghambat pengerjaan.

Ia mengakui bahwa pengerjaan jalan di pasar sentral tersebut sudah mencapai 40 persen. Untuk melanjutkan pengerjaan, lapak pedagang harus direlokasi. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena relokasi pegadang tersebut merupakan kewenangan PD Pasar.

“Anggaran tender Rp 17,3 Miliar untuk Pasar Sentral dan di Kima, untuk di Kima sudah selesai, nah tinggal Pasar Sentral,” ucap Anshar.

Ia menjelaskan, saat ini pencairan anggaran untuk pengerjaan jalan menuju New Makassar Mal sudah mencapai 30 persen untuk 40 persen pengerjaan jalan tersebut.

“Sisanya masih 70 persen lagi namun tidak bisa cair jika tidak ada pengerjaan sehingga ketika pengerjaan tidak berjalan maka anggaran yang sekira 70 persen tersebut akan hangus,” ucap Anshar.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya, Nuryanto G Liwang mengaku dapat memastikan waktu relokasi tahap berikutnya.

Pasalnya, pihak pengembang MTIR terkesan menyulitkan pedagang memiliki kios melalui kredit. Bahkan, MTIR menurut Nuryanto sengaja menahan kunci kios yang seharusnya diberikan kepada pedagang.

“PD Pasar belum bisa target proses relokasi. Kewenangan PD Pasar terhambat kesepakatan harga, MTIR harus terbuka bicara persoalan harga,” ujar Nuryanto, Kamis, 14 September kemarin.

Nuryanti melanjutkan, pedagang Pasar Sentral yang berada di objek proyek perbaikan jalan meminta dicarikan tempat penampungan sementara. Permintaan ini disampaikan melalui Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Aspek) kepada PD Pasar.

“Aspek Lima minta kebijakan dibuatkan penampungan,” lanjutnya.

Redaksi

Related Articles

Berita Foto: Penertiban Angkutan Barang dan Orang Berita Foto: Penertiban Angkutan Barang dan Orang Berita Foto: Penertiban Angkutan Barang dan Orang

Berita Foto: Penertiban Angkutan Barang dan Orang

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close