MRPTNI ‘’Curhat’’ ke Presiden

MRPTNI ‘’Curhat’’ ke Presiden

MRPTNI ‘’Curhat’’ ke Presiden

Kabar Makassar -- Lima rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tergabung dalam Pengurus Majelis Rektor PTN Indonesia, ketika bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu 23 Agustus 2017, selain mengajukan berbagai usul, juga ‘’curhat’’ tentang regulasi yang kaku untuk pengelolaan perguruan tinggi.

Para rektor yang didampingi Menteri Ristekdikti Prof.Dr. Muhamad Nasir, Ph.D, Ak. Dan Menteri Sesneg Prof.Dr. Pratikno, M.Soc.Sc, juga mengeluhkan masalah dana penelitian yang minim, jumlah beasiswa yang dikurangi, dan lain-lain.

‘’Kami tadi mengusulkan agar pemerintah memberi mandat kepada PTN membuka program studi yang dipandang penting untuk masa depan bangsa,’’ ujar Rektor Unhas Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. yang juga Ketua MRPTNI.

Kepada Presiden, delegasi MRPTNI yang juga disertai Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menyampaikan kesiapan kampus, khususnya PTN seluruh Indonesia membina mahasiswa baru agar mengamalkan Pancasila, melaksanakan UUD 1945, menjaga NKRI dan memperkuat semangat Bhineka Tunggal Ika.

“Komitmen ini merupakan kesepakatan para Rektor yang tertuang dalam Deklarasi Kebangsaan,” Dwia menambahkan.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, Presiden memberi arahan agar dibuka fakultas dan program studi yang merespon kebutuhan masa depan pembangunan nasional, seperti logistics platform, retail platform, digital media, artificial inteligence, dan sebagainya. Untuk itu, Bapak Presiden menekankan perlunya fleksibilitas dalam pembukaan program studi.

Para Rektor PTN yang bertemu Presiden itu, Prof.Dr.Ravik Karsidi, M.S. (UNS Solo), Prof.Dr. Ir. Hery Suharyanto, M.Sc. (IPB), Prof.Dr.Ir. Kadarsih Suryadi, DEA (ITB), Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. (Unhas), dan Prof.Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc.(Universitas Maritim Raja Ali Haji – UMRAH, Kepulauan Riau).

Untuk mendorong berkembangnya inovasi perguruan tinggi, kata Dwia, MRPTNI juga mengusulkan agar asa insentif bagi investor, swasta, maupun pemerintah daerah yang memanfaatkan inovasi untuk mendorong pembangunan perekonomian.

“Selain itu, kami juga mohon agar alokasi beasiswa dan bantuan operasional dapat dipertahankan, dan jika Bapak Presiden berkenan agar ditingkatkan,” kunci Prof. Dwia. [MDA]

 

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close