MNP Ditarget Punya Kawasan Industri Terintegrasi 2022 Nanti

Makassar New Port (MNP).

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menargetkan Pelabuhan Baru Makassar atau Makassar New Port (MNP) memiliki kawasan industri yang terintegrasi pada 2022 mendatang.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pembangunan untuk proyek multiyears, MNP. “Setelah Tahap I Paket A rampung, lanjut Paket B, Paket C, Paket D dan sekarang Tahap II dan Tahap III yang dibangun secara bersamaan,” katanya.

Tahun ini, Perseroan juga siap menggelontorkan modal usaha total sebesar Rp5,4 triliun yang didalamnya termasuk untuk melanjutkan pembangunan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang berlokasi di Jalan Sultan Abdullah Raya, Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar ini.

“Dari total investasi yang disiapkan tahun ini, MNP menyerap jumlah paling banyak yaitu sebesar Rp1,9 triliun.”

Jumlah tersebut lanjut Farid, akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas terpasang MNP dan menjadikan mega proyek tersebut sebagai hub port bertaraf internasional, sehingga dapat meningkatkan direct call dan direct export.

Saat ini ujarnya, Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan di MNP memiliki luas 16 ha dan akan meningkat jadi 48 ha pada 2022 mendatang, dengan kapasitas penumpukan menjadi 17,5 juta TEUs dari kapasitas eksisting yaitu 500.000 TEUs per tahun.

“Sekarang jumlah pelayaran domestik yang melakukan aktivitas bongkar muat di MNP masih 3 dan internasional baru satu pelayaran. Kedepan jumlah itu akan bertambah, untuk domestik menjadi 8 dan internasionalnya jadi 2 pelayaran,” sebut Farid.

Pihaknya juga menargetkan angka dwelling time di pelabuhan yang sudah menerapkan konsep Green Ecosystem ini kurang dari 2 hari, dengan peralatan yang serba elektronik dan sudah terelektrifikasi nantinya.

Pelabuhan Ternate Kedatangan 1 Unit CC

Sementara itu, 1 unit alat Container Crane (CC) telah tiba di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate pada Selasa (14 Januari 2020).

General Manager (GM) Pelindo IV Cabang Ternate, Herryanto menuturkan kedatangan alat tersebut untuk melengkapi sejumlah alat eksisting yang sudah beroperasi selama ini.

Dirut Pelindo IV menambahkan, kedatangan alat tersebut sebagai bagian dari upaya manajemen untuk meningkatkan status Pelabuhan Ternate dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.

Sebenarnya kata Farid, ada 9 pelabuhan yang ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas, yakni Pelabuhan Ambon, Sorong, Jayapura, Tarakan, Ternate, Kendari, Pantoloan, Manokwari dan Pelabuhan Merauke.

“Namun yang tiga pelabuhan lainnya sudah selesai, yakni Pelabuhan Ambon, Pantoloan dan Pelabuhan Jayapura. Menyusul 6 pelabuhan lagi yang ditarget rampung dalam tahun ini, dengan modal yang ditanam khusus di Pelabuhan Ternate sebesar Rp106,9 miliar,” tukasnya.

Reporter :

Editor :

Qiswanty

Prisatno Panji Latief

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI