News

Menolak Direlokasi, Pedagang Edar Pernyataan Sikap

Menolak Direlokasi, Pedagang Edar Pernyataan Sikap

Kabar Makassar --- Sikap penolakan pedagang Pasar Sentral untuk dipindahkan dari lapak penampungan rupanya masih berlanjut.

Hal ini dibuktikan dalam surat edaran yang menghimbau solidaritas para pedagang dengan beberapa pernyataan sikap, sebagai berikut.

Dihimbau kepada semua pedagang korban kebakaran agar tetap solid/memperkokoh persatuan merapatkan barisan untuk menghadapi relokasi secara paksa yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 31 Juli s/d 14 Agustus 2017.
1. Pedagang diharapkan tenang dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya.

2. Pedagang diharapkan tetap bersatu untuk tidak direlokasi sebelum ada kejelasan hasil rapat pada tanggal 2 Juli 2017 di Rujab Walikota Makassar yang isinya.

a. Harga Rp 42.158.000/meter di SK kan

b. setelah SK keluar

c. Pedagang melengkapi berkas yang dibutuhkan

d. Diberikan/dibagikan kunci

e. Dilakukan relokasi

3. Hasil pertemuan tanggal 17 Juli 2017 yang dihadiri dan ditandatangai KAPOLRES PELABUHAN, PT MTIR, DIR OPS PD. PASAR, PEDAGANG yang isinya.

1. Jalankan kesepakatan harga tanggal 2 Juli 2017 (42.158.000) yang dihadiri oleh Walikota Makassar, Jubir Wapres, Dirut PD Pasar, Kepala Pasar, Asosiasi, dan pedagang.

2. Pedagang siap melengkapi berkas yang diperlukan

3. Pedagang siap direlokasi setelah mendapat kunci

Dan apabila pihak PD. Pasar dan PT MTIR tidak menindaklanjuti hasil-hasil rapat tersebut, maka pedagang dihimbau agar tetap bertahan di lapak masing-masing.
Salah seorang pedagang, Sainuddin menjelaskan bahwa ia bersama pedagang lainnya tetap akan mempertahankan lapak mereka meskipun pihak PD Pasar Makassar Raya melakukan pembongkaran paksa.

"Mempertahankan lapak," tegasnya melalui pesan singkatnya saat dihubungi kru KabarMakassar.com.

Sebelumnya, PD Pasar Makassar Raya mengundang para pedagang dan dihimbau untuk melakukan pembongkaran lapak pada Sabtu, 29 Juli lalu, dikarenakan lapak penampungan Pasar Sentral yang telah ditempati selama kurang lebih enam tahun tersebut akan dilakukan betonisasi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar.

Foto: Marwah

Marwah Ismail

Journalist

Pewarta yang telah memiliki sertifikasi "Jurnalis Muda" dari Dewan Pers. Mahasiswi Jurusan Broadcast Universitas Fajar ini aktif menulis sejak 2013 lalu.

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close