Mengenal Sosok HerTasning jadi Nama Jalan di Makassar

Mengenal Sosok HerTasning jadi Nama Jalan di Makassar

Mengenal Sosok HerTasning jadi Nama Jalan di Makassar

Kabar Makassar-- Membentang dari barat sampai timur, Jalan Hertasning merupakan salah satu jalur protokol atau jalan nasional yang terdapat di Kota Makassar. Sebagai nama jalan di sebuah kawasan pusat bisnis dan perumahan elit di Makassar, tidak banyak yang tahu dari mana asal nama Hertasning itu muncul.

Posisi yang strategis dengan kawasan pusat bisnis dan perumahan elit tersebar di area jalan Hertasning menjadikan jalan hertasning dilalui banyak kendaraan setiap hari. Termasuk pagi saat ke kantor dan sore hari ketika pulang kantor, jalan ini sering terkena macet karena kepadatan kendaraan dari arah barat menuju timur perbatasan Kabupaten Gowa.

Namun Ketika jalan ini dilalui tidak banyak yang tahu tentang sejarah asal nama Hertasning ini ada. Ternyata jalan Hertasning berasal dari nama seorang Jenderal yaitu Letnan Jenderal Her Tasning.

Hertasning lahir di Makassar pada tanggal 19 Desember 1922 dan besar di kota yang dijuluki kota daeng. Ketika tamat dari SMA, Hertasning melanjutkan kuliahnya di institut pertanian bogor (IPB).

Putera kedua dari pasangan H. Tasning Daeng Muntu dan Hj. Bonto Daeng Kunjung. Nama sebenarnya adalah Haeruddin Tasning yang kemudian disingkat menjadi HerTasning.

Selain itu sebagai orang bugis makassar juga memiliki nama lain yaitu Daeng Tiro sehingga namanya menjadi Hertasning Daeng Tiro.

Letnan Jenderal Hertasning Daeng Tiro adalah seorang tokoh revolusi kemerdekaan Indonesia yang merupakan putra asli Sulawesi Selatan Ia terlibat dalam perjuangan bersama TNI atau Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat APRIS di Makassar. Pascakemerdekaan Mayor Jenderal A H Nasution selaku pemimpin TNI kala itu menginginkan anggota pasukan militer yang profesinal dan hertasning menjadi salah satu yang dianggap prfesional sehingga dilantik sebagai anggota TNI.

Selain sebagai tokoh revolusi kemerdekaan Indonesia Hertasning juga merupakan mantan duta besar (dubes) Indonesia untuk austalia tahun 1973-1976 dan dubes Indonesia untuk singapura tahun 1976-1978.

Hertasning masih menjabat sebagai Dubes RI untuk Singapura ketika wafat pada kecelakaan helikopter di Bedugul Bali, dalam rangka persiapan kunjungan PM Singapura ke Indonesia.

Berkat jasa-jasanya kini nama Letnan Jenderal Haeruddin Tasning diabadikan menjadi sebuah nama jalan di kota Makassar yang diberi nama jalan Hertasning.

Berikut rekam jejak perjalanan karir Letnan Jenderal HerTasning;

- 1951-1953 Komandan CPM Kodam VII Wirabuana di Manado
- 1953-1955 Komandan CPM Kodam VII Wirabuana di Makassar
- 1955-1957 Menempuh Pendidikan Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SSKAD) di Cimahi Jawa Barat
- 1957-1959 Kepala Staf Kodam Sulawesi Selatan dan Tenggara
- 1959-1960 Menempuh pendidikan kemiliteran di Fort Leavenworth, United States Army installation - Kansas
- 1960-1962 Atase Militer Indonesia di Kairo
- 1962-1966 Dirjen Pengamanan dan Hubungan Luar Negeri, Departemen Luar Negeri Republik Indonesia
- 1966-1967 Kepala Komando Intelejen Negara
- 1967-1973 Kepala Staf Pelaksana Kopkamtib bidang Luar Negeri, Departemen Luar Negeri Republik Indonesia
- 1973-1976 Duta Besar Indonesia untuk Australia
- 1976-1978 Duta Besar Indonesia untuk Singapura.

Penulis: Indrawan.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close