Menelusuri Jejak Harun Masiku di Sulsel

Foto; Rumah Istri Harun Masiku di Gowa (KabarMakassar.com/Abdul).

KabarMakassar.com — NAMA Harun Masiku, menjadi sosok yang paling diburu media saat ini. Kader PDIP yang namanya dikait-kaitkan dengan kasus suap anggota KPU Wahyu Setiawan yang dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi beberapa waktu lalu, kini masih menjadi misteri. Keberadaannya yang misterius. membuat tim KabarMakassar melakukan penelusuran.

Jejak Harun Masiku yang merupakan tersangka suap yang menyeret mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan mulai terdeksi. Sebelumnya jika Caleg PDIP itu dikabarkan berada di Singapura. Namun belakangan muncul informasi keberadaannya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kasus Harun Masiku ini diduga menyuap Wahyu agar bisa menjadi anggota DPR lewat mekanisme pergantian antarwaktu. Keberadaannya semakin misterius, dimana pria ini dipastikan oleh KPK maupun Kementerian Hukum dan HAM berada di Singapura.

Namun keberadaannya terkuak saat tim KabarMakassar.com menemui langsung istri Harun Masiku yakni Hilda (26) di Bajeng, Kabupaten Gowa.

Hilda kepada KabarMakassar.com membeberkan jika suaminya hanya datang sekali di Bajeng, Gowa sekali, dimana pada saat lebaran Idul Fitri tahun lalu. Ia tidak membenarkan pemberitaan yang berselewiran di media jika Harun Masiku pulang ke Gowa.

“Pak Harun itu tanggal 24 Desember 2019 ada di Makassar, jadi bukan tanggal 22, itu keliru itu. Dia kan mau natal, dan melanjutkan ke Kabupaten Toraja bareng pak Harun tanggal 24 Desember malam, sampai tanggal 26 Desember. Dia kan orang Toraja, Rantapeo,” kata Hilda.

Ia menjelaskan jika keluarganya memang di Toraja, orang tua dari Harun Masiku memang asal Toraja. “Balik ke Makassar tanggal 26 Januari, dia sempat ke Jakarta dan tanggal 31 lagi ke Makassar, justru saya yang jemput di Makassar, dia tak ke Gowa sama sekali, terakhir saya ketemu di situ,” tambahnya.

Hilda juga mengatakan jika dirinya tak pernah sekalipun menyembunyikan suaminya di Gowa, justru ia berharap Harun ditemukan. Ia pun menegaskan jika rumah yang ditempati istrinya bukan rumah Harun Masiku.

“Saya perjelas juga pak, ini rumah saya, rumah orang tua saya. Bukan pak Harun Masiku. Kami kemarin kesal, di media ditulis ada suara Harun didalam rumahnya, justru saya klarifikasi jika Harun tak pernah kesini, bohong itu kalau ada cerita suami saya pulang dan datang menggunakan motor, pak Harun tidak tahu naik motor,” kesal Hilda.

Istri Harun mempertegas jika rumah sebenarnya Harun Masiku ada di Makassar tepanya di Wesabbe, Tamalanrea, Kota Makassar.

“Rumah asli pak Harun itu ada di Wesabbe, Makassar. Pak Harun itu orangnya tertutup,” tambah Hilda.

Sebelumnya, di kabarkan dari humas Imigrasi data lalu lintas orang, Harun ada di Singapura per tanggal 6 Januari. Hal tersebut tidak meyakinkan karena istri Harun menjelaskan jika suaminya memberi kabar jika 7 Januari sudah berada di Indonesia.

Hilda juga menjelaskan jika suaminya menelepon pada 6 Januari jika akan berangkat ke Singapura. Setelahnya pada 8 Januari nomor telepon suaminya sudah tidak aktif dan tidak ada kabar.

“Waktu tanggal 7 Januari ia memberi kabar sudah ada di Jakarta melalui pesan whatsaap, saya belum balas saat ini, nanti pagi tanggal 8 baru saya liat pesannya tapi saya tidak balas,” kata Hilda.

Hilda juga kesal dengan pemberitaan jika suaminya pernah terlihat di rumahnya di Bajeng, Kabupaten Gowa. Ia menjelaskan jika suaminya tak pernah tinggal di Bajeng, bahkan jika bertemu dengan selalu di Makassar, dan itu pun ketemu di Hotel.

Hilda dan Harun menikah pada 2017 lalu, dikabarkan jika hubungan keduanya tidak harmonis. Bahkan terakhir bertatap muka di akhir 2019 yakni pada 31 Desember lalu. Hilda menjemput suaminya di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

“Kami memang pernah bertemu dan itu pun di Makassar, tidak pernah bermalam di rumah (Gowa), setelah dari akhir tahun tidak pernah bertemu,” kata Hilda

Untuk diketahui jika masalah Harun Masiku bermula saat tim KPK menangkap Wahyu dan beberapa orang lainnya pada Rabu, 8 Januari 2020. KPK menyebut Wahyu sudah menerima uang Rp 600 juta dari total nilai suap Rp 900 juta untuk meloloskan Harun. Namun, hingga saat ini KPK belum juga menangkap Harun.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Fritz V Wongkar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI