Menara Phinisi UNM: Perpaduan Kearifan Lokal Dengan Kecanggihan IPTEK

Menara Phinisi UNM: Perpaduan Kearifan Lokal Dengan Kecanggihan IPTEK

Menara Phinisi UNM: Perpaduan Kearifan Lokal Dengan Kecanggihan IPTEK

Kabar Makassar -- Salahsatu bangunan unik di Kota Makassar yaitu Gedung Menara Phinisi UNM yang terletak di Kampus Universitas Negeri (UNM) Makassar, Jl Andi Pangerang Pettarani. Gedung ini didesain unik meyerupai layar perahu.

Menara phinisi UNM merupakan gedung tinggi pertama di Indonesia dengan sistem fasade Hiperbolic Paraboloid, yang merupakan ekspresi futuristik dari aplikasi kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Lahirnya gedung ini bermula dari kontes arsitektur gedung UNM tahun 2008 lalu yang dimenangkan oleh Yu Sing. Dalam membuat gedung ini dibuatlah Tim desain terdiri dari Benyamin Narkan, Eguh Murthi Pramono, Iwan Gunawan. Gedung ini mulai dibangun tahun 2009 dan rampung pada tahun 2013.

Gedung Menara Phinisi biasa juga disebut gedung Tellu Cappa (tiga Puncak), atau Phinisi. Konsep dasar gedung ini didesain sebagai ikon baru bagi UNM, kota Makassar dan sekaligus Sulawesi Selatan. Eksplorasi desain gedung ini mengutamakan pada pendalaman kearifan lokal sebagai sumber inspirasi, yaitu makna Logo UNM, Rumah Tradisional Makassar, falsafah hidup masyarakat Sulawesi Selatan ( Sulapa Eppa / empat persegi ). Kekayaan makna tersebut akan meningkatkan nilai arsitektur menara phinisi UNM menjadi lebih dari sekedar sosok estetis, tetapi juga memiliki keagungan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Bagian bawah berupa kolong/panggung.Bagian kolong ini posisinya terletak 2 meter di atas jalan agar bangunan terlihat lebih megah dari lingkungan sekitarnya. Lantai kolong ini didesain menyatu dengan lansekap yang didesain miring sampai ke pedestrian keliling lahan.

Bagian badan berupa podium. Podium terdiri dari 3 lantai, simbol dari 3 bagian badan pada Rumah Tradisional Makassar (bagian depan/lotang risaliweng, ruang tengah/Lotang ritenggah, dan ruang belakang/Lontang rilaleng). Bagian podium ini juga bermakna ganda sebagai simbol dari tanah dan air.

Bagian kepala berupa menara. Menara terdiri dari 12 lantai yang merupakan metafora dari layar perahu Pinisi dan juga bermakna ganda sebagai simbol dari angin dan api. Gedung ini didesain dengan ramah lingkungan. Dalam aplikasi hutan kampus pada lansekap sebagai penyaring debu dan penghasil oksigen, pemisahan jalur kendaraan dan pejalan kaki, danau buatan, ruang terbuka yang cukup, dan taman pada bagian atap. Serangkaian sistem ini diharapkan mampu bekerja untuk mendinginkan suhu bangunan.

Pada malam hari akan ada 9 kerlap kerlip warna gedung yang bersinar bergantian di fasad gedung. 9 warna itu mewakili 9 fakultas yang ada di UNM.

Kini gedung yang memiliki 17 lantai ini digunakan sebagai Gedung Pusat Pelayanan Akademik (GPPA) bagi mahasiswa UNM.

 

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: