News

Memetik Keuntungan Cabai Melalui BULo

Memetik Keuntungan Cabai Melalui BULo

Kabar Makassar --- Sejak peluncuran Badan Usaha Lorong (BULo) pada April 2017 lalu, beberapa kelompok masyarakat lorong di Makassar mulai gencar menanam cabai.

Lorong Anggrek, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakukang misalnya. Warga beramai-ramai membentuk Kelompok Petani Lorong (Poktan Rong) dan mulai menanam cabai di setiap pekarangan rumah. Bahkan, ada pula yang menyediakan ladang khusus.

Diketuai oleh Yuliana, Poktan Rong Anggrek kini menghasilkan 8 Kg dalam sekali panen.

"Dan ini sudah mau panen yang kedua kalinya," jelas Yuliana.

Sebelumnya, Yuliana telah mengikuti pelatihan dan sosialisasi menanam cabai yang diadakan Pemerintah Kota Makassar. Sehingga dirinya mulai tertarik berkebun yang juga merupakan hobinya itu.

"Saya sudah ada bibit memang yang ditanam sebelum ada pembagian dari pemerintah kota, masih ada bibitnya mereka (Pemkot Makassar) tersimpan di rumah. Karena sudah terlalu banyak, jadi tidak tau mau disimpan dimana," tutur wanita paruh baya ini.

Pada panen sebelumnya, Yuliana mengaku belum dapat memasarkan hasil cabai budidaya miliknya demi keuntungan. Tapi, ia langsung membagikannya pada warga Lorong Anggrek untuk dinikmati bersama.

Meski demikian, modal yang dikeluarkan Yuliana untuk hobinya itu tidaklah sedikit.

"Sudah hampir Rp 30 Juta keluar uang. Tapi itu juga sama mi dengan budidaya lele," jelasnya.

Menurut Yuliana, menanam cabai tidaklah mudah. Dibutuhkan ketekunan dan keseriusan agar tanaman ini tidak mudah layu atau bahkan mati.

"Tanam cabai, tanah tidak boleh terlalu kering juga tidak boleh terlalu basah. Harus tetap lembab," sarannya.

Diketahui, program BULo dijalankan secara bertahap sejak 10-30 November 2016 lalu. Sementara untuk pembagian bibit diberikan secara cuma-cuma (gratis) oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar.

Adapun Tahap pertama dijalankan pada 10 - 30 November 2016. Tahap kedua, 14 November - 7 Desember 2016. Tahap ketiga dijadwalkan berjalan 8 Desember 2016 sampai 12 Juli 2017. Tahap keempat dimulai 1 April sampai 31 Desember 2017, dan tahap kelima bermula 12 Juli hingga 31 Desember 2017.

Foto: Ibu Yuliana dan Tanaman Cabai oleh Marwah

Marwah Ismail

Journalist

Pewarta yang telah memiliki sertifikasi "Jurnalis Muda" dari Dewan Pers. Mahasiswi Jurusan Broadcast Universitas Fajar ini aktif menulis sejak 2013 lalu.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: