Mediasi Penambangan Pasir Takalar Ricuh

Masyarakat nelayan Galesong Kabupaten Takalar mengamuk saat menggelar pertemuan dengan BLHD Sulsel terkait penambangan pasir diwilayah tangkap Masyarakat Nelayan Galesong.

Kabar Makassar– Masyarakat nelayan Galesong Kabupaten Takalar serentak menolak penambangan pasir yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.

Ribuan masyarakat Galesong Selatan, Galesong Utara, Galesong dan Sanrobone yang tergabung dalam Masyarakat Nelayan Galesong memadati ruangan Batavia Hotel Colonial di Jalan Tanjung Bunga Makassar, Kamis 22 Juni 2017.

Kedatangan forum Masyarakat Nelayan Galesong tersebut tidak menemukan titik temu terkait permasalahan penambangan pasir di Kabupaten Takalar. Ternyata menimbulkan pertentangan Masyarakat Nelayan dengan Pemprov Sulsel yang diwakili Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sulsel.

Baca juga :   Pemprov Sulsel Bantah Pengerukan Pasir Laut di Takalar

Suasana diskusi nyaris bentrok. Ribuan masyarakat nelayan merasa haknya telah dirampas pemerintah setempat, dengan terus menerus melakukan reklamasi pantai. Daeng Ippang Koordinator aksi itu meminta Pemprov Sulsel untuk segera menghentikan kegiatan penambangan pasir di pantai Galesong karena akan menggangu ekosistem laut dan ikan.

“Kami menuntut Pemprov Sulsel untuk segera menghentikan penambangan pasir,”ujar Daeng Ippang.

Baca juga :   PLTU Punagaya Rawan Pencurian, Supply Kelistrikan Sulsel Terancam Terganggu

Selain itu, ia juga menegaskan dengan segera untuk memindahkan kapal pengeruk pasir yang selama ini beroperasi.

“Kami tak akan keluar dari ruangan ini jika kapal pengeruk pasir tersebut tidak bergerak meninggalkan pantai di Galesong,”tegas warga ini sambil memantau pergerakan kapal dengan menggunakan aplikasi android.

[divider sc_id=”sc177206830235″]divider-3[/divider]

[team layout=”2″ staff=”485″ sc_id=”sc1225309030937″]