Maskapai Singapura Hentikan Penerbangan, Pariwisata Sulsel Terdampak

Singapore Airlines mengurangi penerbangan ke Indonesia sejak 24 Februari hingga 29 Mei 2020 mendatang (/int)

KabarMakassar.com — Maskapai Singapura, Singapore Airlines dan Silk Air mengurangi frekuensi penerbangan ke Indonesia sejak 24 Februari hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Bahkan Makassar masuk dalam daftar pemberhentian penerbangan sementara dari dua maskapai tersebut. Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona.

Pemberhentian dua maskapai ini diperkirakan akan berdampak pada perekonomian di Sulsel, khususnya sektor pariwisata. Hal itu disampaikan kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Deny Irawan.

“Kalau berbicara sektor yang paling berpengaruh, yah tentu sektor pariwisata. Karena mau tidak mau kalau soal dampak virus corona yang sudah mendunia pasti imbasnya ke pariwisata” kata Deny, Jumat(28/2).

Walau demikian, Deny mengaku belum mengetahui pasti penurunan jumlah wisatawan sebagai akibat dari pemberhentian dua maskapai ini.

“Kita lagi bicarakan dengan teman-teman yang lain terkait perkiraan berapa jumlahnya,” tambahnya.

Deny menilai pemberhentian ini adalah hal yang wajar ditengah penyebaran virus corona yang terus menyebar tanpa henti.

“Perusahan pasti melakukan hitung-hitungan, nah penerbangan sendiri kan pasti akan takut melakukan penerbangan,” ujarnya.

Diketahui, pemberhentian penerbangan Singapore Airline dipublish melalui akun Facebook resmi maskapai tersebut.

Adapun penerbangan ke Makassar yang dihentikan yakni nomor penerbangan MI142, Singapura-Makassar, sejak 24 Februari, 2 Maret, dan 27 April 2020. Kemudian, nomor penerbangan  MI141, Makassar-Singapura untuk 24 Februari, 2 Maret, dan 27 April 2020.

Reporter :

Editor :

Herlin

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI