News

Makassar Catat 1.175 Kasus Diskriminasi Anak

Makassar Catat 1.175 Kasus Diskriminasi Anak

Kabar Makassar --- Sebagai wujud kepedulian terhadap anak, Pemerintah Kota Makassar menggelar diskusi publik membahas kasus kekerasan terhadap anak di Ruang Rapat Sipakale'bi, Balai Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Makassar, Taufiek Rahman mengatakan setiap anak berhak mendapat perlindungan hukum.

"Kita ingin mengembangkan peran serta mulai dari warga, masyarakat terhadap anak karena itu hal mulia. Karena anak adalah segalanya, mereka memberikan do'a, maka dari itu anak harus dilindungi, diberikan hak kesehatan dan lain-lain, dan diberikan karakter (pendidikan) dalam bernegara, diberi pemahaman dalam agama, karena dia yang akan gantikan kita. Dia masa depan kita," ujarnya. Rabu, 26 Juli 2017.

Diketahui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) mencatat sebanyak 1.175 kasus diskriminasi dan kekerasan terhadap anak dilaporkan. Beberapa kasus di antaranya seperti tidak mendapat pengasuhan yang layak, korban rumah keluarga bercerai (broken home), pergaulan bebas, dan kurangnya perhatian dari orangtua.

Berdasarkan data tersebut, masih dikhawatirkan akan terus bertambah seiring banyaknya masyarakat yang mengetahui adanya pendampingan P2TP2A ini.

Sebelumnya, Kota Makassar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendapat penghargaan kategori Kota Layak Anak (KLA) pada pelaksanaan Hari Anak Nasional (HAN) 2017 yang digelar di Pekanbaru pada 22 Juli lalu.

Foto: Int.

Marwah Ismail

Journalist

Pewarta yang telah memiliki sertifikasi "Jurnalis Muda" dari Dewan Pers. Mahasiswi Jurusan Broadcast Universitas Fajar ini aktif menulis sejak 2013 lalu.

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close