Makassar Belum Penuhi Syarat Terapkan Konsep Kenormalan Baru

Pj Walikota Makassar, Yusran Jusuf. (IST)

KabarMakassar.com — Kota Makassar belum memenuhi persyaratan untuk menerapkan konsep new normal atau kenormalan baru. Pasalnya, berdasarkan hasil evaluasi pemerintah pusat, reproduction number (Ro) atau angka reproduksi penularan virus Corona (Covid-19) di Kota Makassar masih berada di angka 1,3.

Sementara, salah satu syarat yang harus dipenuhi suatu daerah untuk bisa menerapkan konsep new normal adalah Ro harus dibawah 1, yang berarti tidak ada lagi penularan Covid-19 antar manusia di suatu wilayah selama 14 hari, terhitung dari tidak ada lagi laporan penambahan kasus Covid-19.

“Hasil evaluasi pusat, di Makassar Ro-nya masih 1,3. Jadi secara formal kita belum bisa langsung menerapkan new normal,” kata Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Yusran Jusuf, Kamis (28/5).

Olehnya itu, kata dia, untuk menekan Ro di Kota Makassar, pemerintah kota akan melakukan gerakan monitoring secara massif agar masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan.

“Karena itu, kegiatan monotoring serentak yang akan kita lakukan besok ini sebenarnya ingin mempercepat supaya kita bisa menurunkan Ro, sehingga kita bisa mulai menerapkan konsep new normal,” ujarnya.

Padahal sebelumnya, atau tepatnya pada 26 Mei kemarin, Yusran sempat menyampaikan bahwa Makassar akan segera memberlalukan kebijakan baru penanganan Covid-19 dengan konsep new normal berbasis kearifan lokal, yang di dalamnya berisi lima protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan masker, jaga jarak, rutin cuci tangan, olahraga, dan pemenuhan nutrisi lokal untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat dengan mengkomsumsi tanaman lokal seperti jahe, kunyit, mengkudu dan sejenisnya.

Reporter :

Editor :

Herlin

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI