Mahasiswa UIM Gelar Aksi Demo, Ini Tuntutannya

KabarMakassar.com — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lembaga Se-Internal Kampus Universitas Islam Makassar menggelar aksi demo di kampusnya terkait pemotongan Biaya Pendidikan Pokok (BPP) sebanyak 50 persen, Minggu (28/6).

Para mahasiswa tersebut menuntut pemotongan Biaya Pendidikan Pokok (BPP) sebanyak 50 persen, karena menilai situasi sekarang banyak penurunan pendapatan orangtua mahasiswa dari segi ekonomi.

Kordinator Aliansi Ikbal, mengatakan bahwa ditengah Pandemi Covid-19 perlu adanya jaminan Subsidi kepada mahasiswa, karena pihak kampus selama ini memberlakukan kuliah online, atau belajar dari RumahSaja selama masa Pandemi Covid-19.

“Kampus UIM sama sekali tidak memberikan subsidi berupa Kouta internet kepada mahasiswanya, disisi lain banyak mahasiswa dari daerah yang kewalahan dengan jaringan Internet sehingga menghambat mereka yang di daerah untuk mengikuti perkuliahan secara virtual” kata Ikbal Minggu (28/6).

Iqbal menambahkan pemotongan 50 persen tersebut semakin melipatgandakan penderitaan yang mendalam bagi kehidupan rakyat karena Pandemi Covid-19, juga mengakibatkan penurunan pendapatan ekonomi orangtua mahasiswa.

Lanjut Iqpal, akan terus melakukan gerakan apabila tidak ada keputusan yang di keluarkan dari pihak kampus.

“Kami akan tetap melakukan gerakan yang lebih massif sampai adanya keputusan pemotongan biaya maupun subsidi kuliah online yang diberikan oleh Kampus” ujarnya

Selain itu, Muhammad Nur Syahbana dengan sapaan akrabnya Bana, selaku jendral lapangan, saat dikonfirmasi mengatakannya bahwa pendapatan kampus UIM melalui BPP/semester harusnya dapat memberikan jaminan Kouta internet, ia pun meminta kepada pihak birokrasi Kampus UIM untuk dilakukan pemotongan biaya BPP, pasalnya seluruh aktivitas belajar mahasiswa dilakukan secara daring (online)

“Kampus UIM melalui BPP atau semester harusnya dapat memberikan jaminan Kouta internet, dan membebaskan biaya BPP untuk semester ganjil di tahun ajaran baru 2020-2021 kepada mahasiswanya” kata Bana sapaan akrabnya.

“Hal ini dikarenakan anggaran biaya operasional pendidikan tidak digunakan secara penuh pasalnya seluruh aktivitas belajar mahasiswa secara daring” sambungya.

Sebelumnya juga lembaga Se-Internal kampus UIM Makassar melakukan Aksi Unjuk rasa di halaman kampus, menuntut pihak birokrasi melakukan pemotongan 50 persen pada Jumat (26/6) lalu.

Reporter :

Editor :

Zul Tamzil

Fritz V Wongkar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI