Mahasiswa ITB Juara Di Constrain Unhas

KabarMakassar – Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi juara di Constrain 2017 yang digelar Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Hasanuddin. Constrain adalah kompetisi untuk mahasiswa jenjang S1 Teknik Industri yang pertama digelar di Makassar, menjadi wadah penerapan kompetensi/keilmuan Teknik Industri dalam menyelesaikan permasalahan industri.

Setelah melalui tiga tahap penilaian, tersisa 9 tim dari 6 universitas bergengsi di Indonesia. Tim Massive ITB yang beranggotakan Jordi Naputra Kurnadi, Farhan Mutaqin dan Davin Kurnia menjadi juara 1 setelah memberikan solusi terkait jadwal pengiriman clinker Bosowa Semen ke plant Batam dan Banyuwangi. Penyelesaian masalah pendistribusian semen ke seluruh Indonesia dengan metode Regional Clustering serta pengaturan kedatangan raw material lewat pelabuhan Garongkong.

Baca juga :   Mengenal Ciri dan Tanda Prilaku Pecandu Narkoba

Sebelumnya, finalis dihadapkan pada sebuah masalah nyata yang dihadapi PT Semen Bosowa Maros (Bosowa Semen). Bosowa memaparkan profil dan masalah yang dihadapi, tiap tim diberikan data pendukung yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diselesaikan.
Di tempat kedua, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), tim Heijunka UGM yang beranggotakan Angel Livia, Eric dan Maharani Rizki Larasati harus puas di tempat kedua dengan membahas distribusi Bosowa Semen. Disusul tim TI30 dari Institut Teknologi Sepuluh November (Surabaya) sebagai juara ketiga, Putra Anugrah, Putu Nimita Candra Iswari dan Ahmad Avisiena Gaza.

Baca juga :   Pallu Basa, Menu Pertama SYL Usai Lebaran

Penyerahan hadiah digelar digelar di Baruga Anging Mamiri Rujab Walikota Makassar, Rabu (29/11) malam. Penyerahan hadiah berkonsep gala dinner yang dihadiri seluruh finalis, pihak Bosowa Semen dan civitas akademika Fakultas Teknik Industri Unhas.

Sekretaris Departemen TI Bidang Kemahasiswaan Unhas, Syaiful ST, MT mengatakan Constrain yang baru pertama kali digelar ini kedepannya panitia berharap bisa dilaksanakan setiap tahun. Bukan hanya sebatas memenangkan perlombaan, tetapi juga berbagi ilmu pengetahuan sesama mahasiswa Teknik Industri dari berbagai daerah di Indonesia.

Managing Director Bosowa Semen, Rachmat Kaimuddin mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu tindak lanjut dari kerjasama strategis antar Bosowa Semen dan Teknik Industri Universitas Hasanuddin. Kerjasama tersebut telah ditandatangani per September 2017 lalu.

Baca juga :   PCC Obat Jenis G yang Berbahaya

“Kegiatan ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami untuk turut serta membangun sumber daya manusia yang berkualitas, melalui kerjasama penelitian dengan perguruan tinggi,” ujarnya. (*/sng)

Penulis Andi Nur Ahmad