News

Mahasiswa FBS UNM Menggugat

Mahasiswa FBS UNM Menggugat

Kabar Makassar-- Mahasiswa Fakultas Bahasa dan sastra Universita Negeri Makassar (FBS UNM) melakukan aksi unjuk rasa terkait realisasi pembenahan sistem kampus yang dipandangg selama ini hanya menjadi janji jani dari pihak birokrasi. Kamis 14 September 2017.

Pada aksi yang diikuti oleh sejumlah mahasiswa dari FBS, para mahasiswa melakukan adengan melakban mulut sebagai simbol bungkam yang diperuntuhkan untuk pihak birokrasi kampus.

Aksi yang disebut FBS menggugat jilis I ini menyuarakan beberapa tuntutan beberapa hal diantaranya: Menuntut pembenahan fassilitas penunjang akademik, Menagih janji birokarasi mengenai pengadaan sekretariat Lembaga Kemahasiswaan FBS UNM, Menolak surat edaran rektor mengenai larangan berkegiatan bagi mahasiswa baru, Menuntut transparansi dana Lembaga Kemahasiswaan, serta menuntut adanya transparansi RKA-LK FBS UNM.

Aksi FBS menggugat jilis I tersebut juga dihadiri oleh pihak birokrasi diantarannya Abdul Halim, Pembantuu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III) FBS UNM dan Pembantu Rekrtor III Drs. Arifuddin. Namun, kehadiran mereka tidak memberikann solusi konkret terhadap kelima tuntutan LK FBS UNM tersebut.

"Tidak ada solusi yang dikemukakan oleh birokrasi. Bahkan mereka yang memaksa untuk menyelesaikan aksi kami. Sehingga tidak ada solusi dari birokarasi yang dikeluarkan," kata Ari pengurus LK BEM FBS UNM.

Bahkan aksi yang berjalan selama sejam tersebut dipaksa untuk dibubarkan dengan alasan kedatangan tim assesor dari BAN PTN.

"Langkah selanjutnya yang kami akan lakukan adalah memasaifkan propaganda dan gerakan agar birokrasi bisa memenuhi ke-5 kami" tutur mahasiswa berperawakan gonrong itu.

Sederhananya, para mahasiswa hanya menyuarakan kegelisahannya terjadi di lingkup universitas dengan label kampus akreditasi A tersebut dan para birokrat hanya perlu menanggapi, dan memberi solusi terkait hal itu.

"Harapan kami jelas bahwa FBS bisa berbenah sebagaimana mestinya dan lebih demokratis dalam mengeluarkan sebuah kebijakan karena selama ini kebijakan yang dikeluarkan oleh birokrasi dianggap fasis dan tidak manusiawi," imbuhnya.

Penulis: Tiwa

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close