Lokakarya Kurikulum Berbasis KKNI Uji Kompetensi SDM FKM UMI

Dr. Fairus P. Idrus SKM.,M.Kes,

Kabar Makassar — Dr. Fairus P. Idrus SKM.,M.Kes, salah satu dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) menilai lokakarya kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan upaya menuju uji kompetensi sarjana Kesmas nantinya.

Kata dia, lokakarya bukan hal baru. Hal ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan pimpinan untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang lebih berkukitas.

Baca juga :   Begini Strategi Rektor UNM Perangi Radikalisme di Kampus

“Lokakarya dilaksanakan setiap tahun, kegiatan yang difasilitasi pimpinan ini menambah motivasi bagi teman-teman dosen dalam bekerja,” jelasnya, Senin 21 Agustus 2017.

Menurutnya, lokakarya kurikulum seharusnya digelar 2 kali setahun, aturan dan kurikulum terus mengalami perubahan.

“Kurikulum Perguruan Tinggi, khusunya kesehatan masyarakat mesti standar nasional. Tak kurang dari 35 mata kuliah yang wajib ada dalam jurusan Kesmas,” ujarnya.

Baca juga :   Capaian Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan Cabang Makassar

Hal paling penting, jelas Fairus, konsistensi tenaga pengajar setelah mengikuti lokakarya dapat diterapkan dan dijalankan.