Lekopancing Mengering, Warga Menjerit

Warga Lekopancing Saat Mengambil Air Bersin [Foto Imran Alrief]

Kabar Makassar– Sudah dua bulan sungai Lekopancing, Desa Pucak Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros mongering. Di situlah dam air baku kebutuhan air bersih sebagian warga Kota Makassar bergantung.

Dasar bendugan mulai mongering. Di sana-sini tanah yang terbentuk dari sedimen dasar sungai yang mengering mulai tampak retak-retak. Hujan sudah lama tidak tumpah di daerah tersebut.

Warga Lakopancing Saat Menampung Air Bersing [Foto: Imran Alrief]

Pemandangan seperti ini, rutin setiap tahun saat kemarau tiba. Dampaknya, warga yang berdiam di bagian utara kota, seperti Rappokalling, mulai menjerit kekurangan air. Sebagian besar wilayah Kota Daeng ini mengalami krisis air bersih.

Baca juga :   300 ASN Terima Satya Lencana

Yang ikut memikul beban krisis air ini adalah warga di Jln Sultan Abdullah Kecamatan Tallo Makasaar. Padahal, bisa dibilang daerah tersebut hanya berjarak kurang
lebih 10 km dari pusat kota yang serba berkecukupan air bersih.

Warga Lekopancing Saat Mengambil Air Bersin [Foto Imran Alrief]

Warga di Jl. Sultan Abdullah dan sekitarnya, setiap hari harus berjibaku memperoleh air. Cara satunya adalah dengan membeli air bersih dari warga lain yang memiliki cukup stok air bersih, Satu gerobak air bersih berisikan 15 jerigen dengan ukuran 10 liter per jerigen dibanderol Rp 5.000.

Baca juga :   Agenda Pemkot Makassar 9 Juni 2017

Warga di Kecamatan Tallo ini setiap hari harus membeli air bersih dua kali, pagi dan sore hari. Sebab, daerah tersebut belum mendapat perhatian dari dinas terkait, Akibatnya saat musim kemarau tiba, daerah ini sudah rutin menderita sangat kekurangan air bersih.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar menyiasati krisis air seperti ini melakukan ‘’subsidi silang’’. Air di bak penampung yang bersumber dari air Sungai Jeneberang, didistribusi ke bak penampung yang menyuplai wilayah yang mengalami kekurangan air.

Baca juga :   Danny Pesan ‘Jagai Anakta’ ke Jam’iyyatul Islamiyah

Yang aman, wilayah dan warga yang pasokan airnya bersumber dari bak penampung di Sombaopu Kabupaten Gowa. Pasalnya, air dari bak ini berasal dari Bendungan Bilibili yang ‘’kaya air’’ sepanjang musim.

Editor :MDA

[divider sc_id=”sc114741128758″]divider-3[/divider]

[team layout=”4″ staff=”2349″ sc_id=”sc921777839021″]