KPU Gowa Siap Laksanakan Pilkada dengan Protokol Kesehatan

KabarMakassar.com — Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gowa akan dimulai pada Juni mendatang. Ketua KPU Gowa Muhtar Muis mengatakan hal ini berdasarkan musyawarah bersama yang ditetapkan proses pemungutan suara akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Kami sengaja meminta untuk melakukan audience untuk pengujian dan informasi sejauhmana kasus Covid-19 di Gowa. Kami ingin mendapatkan protokol kesehatan yang seperti apa yang bisa kami terapkan jika pelakasanaan Pilkada dimulai,” kata Muhtar, Rabu (3/6).

Menurutnya, dalam kunjungan tersebut membahas lanjutan pelakasanaan Pilkada Serentak 2020 khususnya di Kabupaten Gowa di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 ini.

Ia menjelaskan, pada tahapan pilkada nantinya akan ada beberapa agenda yang akan dilakukan. Pertama, pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dengan total anggota PPS sebanyak 501 orang.

“Proses pelantikan ada dua opsi yang diberikan oleh KPU RI yaitu pelantikan secara virtual di masing-masing wilayah atau pelantikan berjenjang yang masing-masing komisioner KPU diberi kewenangan untuk melantik,” jelasnya.

Kedua, kata dia, pihaknya akan melakukan proses pemutahiran data pemilih yang akan dilakukan melalui tingkat RT. Kata dia, hal ini untuk menghindari kontak langsung dengan masyarakat.

“Jika aturan ini jadi diberlakukan, proses pemutahiran data hanya sampai tingkat RT maka besar harapan kami jika dari awal agar pemerintah daerah menginformasikan kepada ketua RT untuk menyiapkan data penduduk yang ada disana,” katanya.

Ketiga, yaitu pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 4 hingga 6 September 2020, serta penetapan calon pada 23 September.

Menurutnya pada tahapan ini pihaknya akan tetap menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, kata dia, untuk penyerahan berkas pasangan calon agar dibungkus menggunakan plastik dan menyerahkan soft copy.

Kemudian, tahapan keempat yakni kampanye, dimana proses kampanye hanya diberlakukan selama 70 hari. Menurutnya, tahapan ini akan lebih banyak menggunakan media sosial ataupun online.

“Begitupun dengan debat kandidat akan dilaksanakan tanpa menghadirkan pendukung pasang calon. Nantinya debat akan disiarkan melalui televisi dan beberapa media sosial,” katanya.

Terakhir, untuk proses pemungutan suara akan dilakukan dengan merujuk pada protokol kesehatan. Diantaranya petugas akan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) berupa masker, penutup wajah, penyediaan termogram, tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan, dan hand sanitizer.

“Alat coblos kami rancang yang sekali pakai. Begitupun dengan tinta, kami tidak menganjurkan untuk dicelupkan. Tapi petugas nanti yang akan membantu menggunakan alat tetes. Jadi ini yang kemungkinan akan diterapkan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku menyambut baik rencana KPU Kabupaten Gowa. Apalagi, kata dia, kasus Covid-19 di Gowa saat ini masih cukup tinggi.

“Jika data dari Badan Intelejen Negera (BIN) puncak penyebaran Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada Juli mendatang. Makanya kita harap agar beberapa kegiatan atau tahapan Pilkada yang diberlakukan KPU dilaksanakan secara virtual,” kata Adnan.

Adnan juga meminta agar pada saat proses pemungutan suara agar memperhatikan protokol kesehatan. Begitupun dengan tahapan kampanye dan debat pasangan nantinya agar melibatkan media terutama media elektronik seperti siaran televisi dan influencer.

“Oleh karena itu, harus betul-betul kita persiapkan secara baik. Sehingga kita juga menjadi bagian yang berkontribusi menurunkan tingkat penyebaran,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI