KPU Bulukumba Genjot Partisipasi Pemilih Pemula pada Pilkada 2020

KabarMakassar.com — Partisipasi politik di Kabupaten Bulukumba dalam setiap perhelatan ajang politik berada pada kisaran 60 sampai 72 persen.

Hal ini terungkap dalam acara sosialisasi PKPU No.18 Tahun 2019 Tentang Perubahan Kedua atas PKPU No. 3 Tahun 2017 tentang pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota berlangsung di Hotel Agri, Jalan R.Suprapto No. 18, Tanah Kongkong, Ujung Bulu, Bulukumba, Rabu (18/12).

Komusioner KPU Sulsel, Syarifuddin Jurdi mengatakan di Bulukumba ini dari pemilu ke pemilu angka di tahun 2019 partisipasi itu meningkat pada Pilkada, tetapi selalu di bawah standar kabupaten-kabupaten yang ada di Sulsel, saya tidak tahu yah, apa problemnya sehingga partisipasi pemilih itu selalu turun.

“Pada Pilkada 2019 partisipasi hanya 60 persen berada di urutan dua terbawah dari Makassar sekitar 58 persen yang dimenangkan kotak kosong. Bulukumba statis di angka 60-70 persen. Berharap nanti ini partisipasi tinggi, pemilunya lancar, tidak ada masalah dan tidak ada masalah sampai Mahkamah Konstitusi,” harapnya.

Komisioner KPU Bulukumba Divisi Penyelenggaran, Wawan Kurniawan mengungkapkan partisipasi pemilih menjadi tantangan besar bagi KPU.

“Pada pilkada 2015 partisipasi itu masih di bawah angka enam puluh persen. Pilkada gubernur 2018 enam puluh persen, pemilu 2019 kemarin tujuh puluh dua persen, nah ini menjadi tantangan besar buat kami,” tuturnya

Ia menambahkan kita harus minimal mempertahankan berpartisipasi di pemilu 2019, sedapat mungkin kita akan melakukan kreativitas dalam rangka penyampaian informasi tentang pemilihan ini.

“Karena bagaimanapun juga keterlibatan masyarakat dalam proses pemilihan, itu tidak lepas dari bagaimana kita mampu berinovasi, berkreasi menciptakan ketertarikan, terutama buat pemilih pemula karena jumlah pemilih pemula ini yang cukup besar maka serta merta sentuhan kepentingan mereka terkait dengan pemilihan ini kita bisa dekatkan mereka dengan proses pemilihan ini.

Mengetahui mekanisme pemilihan dan apa subtansi dan urgensi dari adanya pemilihan, itu yang harus kita kenalkan. Supaya tidak ada apatisme dikalangan para pemilih bahwa kalaupun saya pun terlibat di dalamnya apa untung ruginya buat kami,
“lanjutnya.

KPU Bulukumba terus memperkenalkan dan bersosialisasi kepada masyarakat sesuai dukungan anggaran.

“Itu kita yang coba kita pikirkan dan desain berdasarkan supporting anggaran yang diberikan oleh pemerintah daerah. Karena bagaimanapun Inovasi dan kreasi tentang sosialisasi ini sangat ditunjang oleh adanya supporting anggaran,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara sosialisasi tersebut, perwakilan Bupati Bulukumba, perwakilan Dinas duscapil, Kepala Kesbangpol, OPD, Komisioner KPU Sulsel, perwakilan partai politik, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan jurnalis.

Reporter :

Editor :

Fritz V Wongkar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI