KPK Mengaku Sudah Terjunkan 18 Tim untuk Buru Harun Masiku

Wakil Ketua KPK RI Nurul Ghufron saat berkunjung ke Kabupaten Gowa, Selasa (3/3). (Foto: KabarMakasar/Abdul)

KabarMakassar.com — Pimpinan KPK, Nurul Ghufron mengaku pihaknya telah menurunkan sebanyak 18 tim ke seluruh wilayah Indonesia untuk mencari keberadaan Harun Masiku, tersangka kasus suap yang meneyerat Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan.

“Kami sudah ada 18 tim yang sudah disebar ke seluruh Indonesia, yang disinyalir memungkinkan merupakan tempat persembunyiannya (Harun Masiku),” kata Ghufron kepada Kabar Makassar ketika berkunjung ke Kabupaten Gowa, Sulsel, Selasa (3/3).

“Harun Masiku kami sudah tetapkan sebagai DPO, maka kami minta bantuan Polisi untuk turut mencarinya. Kalau ketangkap, maka akan diserahkan kepada kami,” tambahnya.

Ghufron juga menegaskan, KPK sejauh ini telah melakukan upaya yang sangat keras untuk memburu Harun Masiku.

“Bahkan mungkin lebih massif dari yang sebenarnya. Tapi mungkin yang bersangkutan saat ini tidak menggunakan akses elektronik, sehingga sangat sulit untuk diendus keberadaannya,” ungkapnya.

Harun Masiku Dibunuh?

Ditanya perihal kabar yang menyebut jika Harun Masiku telah dibunuh, Ghufron mengatakn, sejauh ini belum ada fakta yang terlihat dari informasi tersebut.

“Tentang isu di luar itu kami tidak bisa memastikan apakah benar atau tidak, kecuali kami dapat fakta bahwa sudah ada mayatnya. Itukan cuma isu,” ujarnya.

Ghufron juga memastikan, jika ada pihak yang menyembunyikan keberadaan Harun Masiku, maka pihak tersebut juga akan dikenakan pasal.

“Tentu ada pasal yang menjerat bagi pihak-pihak yang turut membantu menyembunyikan Harun Masiku,” ucapnya.

Sekadar diketahui, Harun Masiku sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pergantian antar waktu 9PAW) Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP sejak 9 Januari 2020 lalu. Pada 20 Januari 2020, KPK pun mengeluarkan surat edaran Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Harun Masiku.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Daus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI