News

Kondro Makanan Berkuah Khas Makassar Dengan Bahan Campe'

Kondro Makanan Berkuah Khas Makassar Dengan Bahan Campe’

Kabar Makassar-- Salah satu kuliner khas kota Makassr, Sop kondro memiliki cerita sejarah tersendiri.

Sejak dulu sop kondro merupakan hidangan warga yang wajib ada saat hajatan, pernikahan, khitanan, atau pesta adat.

Dimana ada ritual, warga memotong kerbau kemudian mengambil bagian tulangnya lalu dimasak dengan rempah dan bumbu bumbu sederhana (di Makassar biasa disebut pallu kondro atau pallu buku (tulang)).

Proses pembuatan kuah pallu kondro yang khas pada kacang merah (campe') yang dimasak hingga lunak lalu dihaluskan kemudian dicampurkan kedalam kuah. Bahan bahan inilah yang membuat kuah pallu kondro menjadi agak kental dan khas.

Selain campe', penambahan ketumbar kian memperkuat rasa dan keluak yang bertujuan memberikan warna pada kuah pallu kondro yang diadopsi dari bumbu masakan pallu kaloa'.

Bedanya, pada pallu kaloa' tidak menggunakan kayu manis, cengkeh dan adas.

proses memasak kondro dilakukan dengan sangat cermat. Pertama dengan mendidihkan air lalu kemudian masukkan tulang kondro, rebus hingga mendidih. Air didihan kondro ini kemudia dibuang

Sementara itu, di wadah yang lain didihkan juga air. Air inilah yang kemudian digunakan untuk memasak tulang kondro bersama dengan bumbu bumbunya.

Perebusan yang dilakukan sebanyak dua kali ini bertujuan untuk memisahkan tulang dari sisa sisa kotoran pada saat pemotonan, menghilangkan lemak dan bau amis pada tulang kondro.

Di Kota Makassar sendiri daging sapi popular pada awal tahun 90-an. Dulunya masyrakat Makassar lebih mengenal daging kerbau dalam membuat makanan berkuah yang berbahan dasar daging, seperti coto dan pallubasa.

Namun, karena populasi kerbau yang semakin sulit menyebabkan harganya lebih mahal sehingga pedagang beralih ke daging sapi yang populasinya lebih banyak dan udah didapatkan serta harganya terjangkau.(Berbagi Sumber)

Arini Wulandari

Journalist

Aktifis mahasiswi ini mulai aktif menulis sejak 2014 lalu. Kemampuan komunikasi personalnya di ekspresikan dalam bentuk karya jurnalistik.

 

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: